Ia juga mengingatkan agar masyarakat menjaga hasil pembangunan agar dapat digunakan secara berkelanjutan. Data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menunjukkan bahwa wilayah selatan Purworejo masih memiliki indeks pembangunan pedesaan di bawah rata-rata kabupaten, terutama karena terbatasnya akses jalan antar kecamatan.
Oleh karena itu, proyek seperti TMMD Sengkuyung Purworejo 2025 menjadi salah satu strategi percepatan pembangunan wilayah yang diharapkan dapat menurunkan ketimpangan infrastruktur antar desa.
Selain pembangunan fisik, TMMD Sengkuyung Tahap IV Purworejo 2025 juga melibatkan aksi sosial dan edukatif. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menerima penyuluhan tentang pencegahan stunting, kesiapsiagaan bencana, pendidikan kesehatan, serta penguatan wawasan kebangsaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai bagian dari penutupan kegiatan, dilaksanakan pula penyerahan bantuan sosial bagi kaum duafa dan penerima manfaat RTLH dari Baznas Purworejo, Kemenag Purworejo, serta dukungan tambahan dari Perhutani, Bank Jateng, dan Indonesian Offroad Federation (IOF) Purworejo.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
































Tinggalkan Balasan