Ia menambahkan, tema ‘Perbedaan yang Menyatukan’ diangkat untuk menegaskan bahwa keberagaman budaya Nusantara dengan lebih dari 1.300 suku bangsa dan 718 bahasa daerah, merupakan warisan yang perlu dijaga.
Menurut data Badan Bahasa Kemdikbud (2024), Indonesia memiliki kekayaan bahasa daerah terbesar di Asia Tenggara, dan sebagian di antaranya berpotensi punah jika tidak dilestarikan.
Melalui kegiatan seperti Gema Nusantara Purworejo 2025, nilai-nilai tersebut diupayakan tetap hidup di tengah generasi muda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pementasan utama Gema Nusantara Purworejo 2025, penonton akan disuguhi tari kolosal bunga rampai yang menampilkan ragam tarian daerah seperti Tari Jejer Jaran Dawuk (Jawa Timur), Tari Rantak (Sumatera Barat), Tari Ngabayotn (Kalimantan), Tari Hegong (Nusa Tenggara Timur), Beksan Menak Tripama, dan Tari Gladhen.
Sebagai puncak acara, Sanggar Tari Prigel menghadirkan pertunjukan ‘Tari Dolalak dalam Keberagaman Budaya Nusantara’, ditutup dengan kreasi modern ‘Dolalak Sekaring Jagad’.
Pilihan Dolalak bukan tanpa alasan, tarian khas Purworejo ini telah menjadi ikon budaya lokal sejak awal abad ke-20 dan diakui sebagai warisan seni yang terus berkembang hingga kini.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan