Tim memeriksa warna, aroma, rasa, dan tekstur makanan untuk mengenali tanda-tanda awal kerusakan, seperti perubahan bau, rasa asam, atau tekstur lembek.
Jika hasilnya layak, tahap berikutnya dilakukan uji kimia sederhana. Pada tahap ini, petugas Sidokkes memastikan makanan terbebas dari bahan kimia berbahaya seperti formalin, sianida, arsenik, dan nitrit.
Formalin kerap disalahgunakan sebagai pengawet makanan seperti tahu dan ikan agar lebih tahan lama. Namun zat ini berisiko tinggi karena bersifat karsinogenik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal serupa berlaku bagi sianida yang dikenal sebagai racun akut, serta arsenik, logam berat yang dapat mencemari bahan pangan melalui tanah atau air. Sementara itu, kadar nitrit yang berlebih dapat membentuk senyawa nitrosamin penyebab kanker.
“Tes ini penting untuk menjamin bahwa makanan yang dikirim ke sekolah benar-benar bebas dari bahan kimia berbahaya,” jelas Kapolres Kebumen.
Menurutnya, pengawasan mutu makanan menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam mendukung keberlangsungan program MBG.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan