“Kita ingin arah kebijakan pembangunan kepemudaan di Wonosobo menjadi lebih terarah dan berkelanjutan. Melalui dialog ini, kami juga ingin mendengar langsung aspirasi dan masukan dari para pemuda,” tutur Kristijadi.
Ia berharap semangat Hari Sumpah Pemuda tidak berhenti sebatas peringatan seremonial, tetapi menjadi momentum kebangkitan generasi muda untuk bersama-sama menggerakkan pembangunan daerah.
Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Wonosobo, Tabah Setyo Pambudi, menyebut keterlibatan aktif pemuda dalam penyusunan RPJMD 2025–2029 sebagai bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang memberi ruang bagi pemuda untuk terlibat dalam pembangunan. Ini bukti bahwa suara pemuda dihargai,” kata Tabah.
Dialog yang berlangsung selama satu hari itu diikuti oleh 20 organisasi kepemudaan, termasuk GP Ansor, Banser, KOKAM, PDPM, dan Fatayat Wonosobo. Diskusi berjalan interaktif dengan berbagai pertanyaan dan gagasan dari peserta terkait kebijakan pembangunan dan potensi sektor unggulan daerah.
Salah satu peserta, Nayunda dari Fatayat Wonosobo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memperluas wawasan pemuda tentang data dan kebijakan pembangunan daerah.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan