“Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan banyak informasi tentang tingkat kemiskinan, pendapatan daerah, dan rencana jangka panjang pemerintah. Ini penting agar pemuda bisa berpikir lebih kritis dan berkontribusi nyata,” ujarnya.
Hari Sumpah Pemuda tahun 2025 menjadi momentum penting bagi pemuda Wonosobo untuk mempertegas posisi mereka dalam pembangunan daerah. Dengan memahami RPJMD 2025–2029, pemuda diharapkan ikut mengawal kebijakan publik, memperkuat tata kelola daerah, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis kreativitas.
Dialog kepemudaan tersebut menegaskan bahwa pembangunan Wonosobo yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat, terutama generasi muda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Editor : A. Nandar
































Tinggalkan Balasan