Uji Keunggulan Varietas Bawang Daun Meland-1 Dimulai, Wonosobo Siap Perkuat Kemandirian Benih Lokal

- Penulis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses uji benih bawang daun oleh Dispaperkan Kabupaten Wonosobo.

i

Proses uji benih bawang daun oleh Dispaperkan Kabupaten Wonosobo.

WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (Dispapikan) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memulai uji keunggulan varietas bawang daun Meland-1,. Kegiatan ini dilaksanakan di lahan riset milik Dispapikan Wonosobo sebagai langkah lanjutan dari riset bersama yang telah berjalan sejak 2024.

Uji keunggulan bawang daun Meland-1 menjadi bagian penting dari upaya daerah memperkuat kemandirian benih lokal, sekaligus meningkatkan daya saing sektor hortikultura di Jawa Tengah.

Koordinator tim riset BRIN, Dr. Retno Pengestuti, menjelaskan bahwa bawang daun varietas Meland-1 merupakan hasil karakterisasi dari varietas lokal Wonosobo yang telah didaftarkan ke Kementerian Pertanian RI pada akhir 2024.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebetulnya ada dua varietas yang kami daftarkan, yaitu Meland-1 dan BM-1. Namun, untuk tahap uji keunggulan kali ini baru varietas Meland-1 yang diagendakan,” ujar Retno.

Uji keunggulan dilakukan dengan menggunakan tiga varietas pembanding yang telah beredar di pasaran. Menurut Retno, saat ini belum banyak benih bawang daun yang memiliki izin pelepasan resmi dari Kementerian Pertanian.

Baca Juga:  INFO LOKER : NSC Finance Buka Lowongan Team Leader hingga Sales Marketing di Area Prembun

“Kami berharap bawang daun Meland-1 nantinya bisa menjadi varietas yang mendapat izin pelepasan sekaligus izin edar. Hal ini akan membuka peluang pengembangan benih unggul dari Wonosobo,” tambahnya.

Kepala UPT Balai Benih Pertanian Sariaji Dispaperkan Wonosobo, Dwi Natali, mengungkapkan bahwa hingga kini sudah terdapat empat varietas lokal yang didaftarkan ke Kementerian Pertanian, dua varietas cabai dan dua varietas bawang daun, termasuk bawang daun Meland-1.

“Untuk tahun 2026, kami juga telah mengagendakan kegiatan karakterisasi dan pendaftaran varietas Cabai Garung dan Cabai Ngasinan,” kata Dwi.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian lokal melalui penguatan benih yang adaptif terhadap kondisi agroklimat Wonosobo.

Kepala Bidang Bina Program dan Penyuluhan Dispapikan Wonosobo, Umar Shoid, menyampaikan bahwa bawang daun Meland-1 telah mendapat respons positif dari para petani, khususnya di wilayah Kalikajar dan Watumalang.

Baca Juga:  Longsor Rusak Rumah Warga di Derongisor Mojotengah, Kerugian Capai Ratusan Juta

“Selain dapat menekan biaya produksi, pengembangan benih bawang daun lokal ini juga membantu petani dalam mengatur pola tanam. Dengan demikian, risiko kerugian akibat fluktuasi harga maupun kelebihan produksi bisa ditekan,” ujar Umar.

Dari sisi produktivitas, bawang daun Meland-1 dinilai memiliki potensi hasil yang lebih stabil dibandingkan varietas yang saat ini beredar, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem di daerah dataran tinggi Wonosobo.

Melalui kegiatan uji keunggulan bawang daun Meland-1, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menegaskan komitmennya memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra hortikultura unggulan di Jawa Tengah.

Kemandirian benih menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan pertanian daerah, seiring meningkatnya kebutuhan akan benih unggul yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim dan dinamika pasar.

“Dengan riset dan inovasi seperti ini, Wonosobo diharapkan tidak hanya menjadi penghasil produk hortikultura, tetapi juga pusat inovasi benih lokal yang berdaya saing nasional,” tutup Umar.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan
Kasad Sebut Lulusan Seskoad Angkatan Darat Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan
Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa
Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:23 WIB

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Senin, 22 Juni 2026 - 07:09 WIB

Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:57 WIB

Kasad Sebut Lulusan Seskoad Angkatan Darat Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:32 WIB

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Berita Terbaru

Sudaryono saat dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara Jakarta.

Nasional

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Rabu, 22 Jul 2026 - 21:23 WIB