13 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

13 Sep 2026

Uji Keunggulan Varietas Bawang Daun Meland-1 Dimulai, Wonosobo Siap Perkuat Kemandirian Benih Lokal

- Penulis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses uji benih bawang daun oleh Dispaperkan Kabupaten Wonosobo.

i

Proses uji benih bawang daun oleh Dispaperkan Kabupaten Wonosobo.

WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (Dispapikan) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memulai uji keunggulan varietas bawang daun Meland-1,. Kegiatan ini dilaksanakan di lahan riset milik Dispapikan Wonosobo sebagai langkah lanjutan dari riset bersama yang telah berjalan sejak 2024.

Uji keunggulan bawang daun Meland-1 menjadi bagian penting dari upaya daerah memperkuat kemandirian benih lokal, sekaligus meningkatkan daya saing sektor hortikultura di Jawa Tengah.

Koordinator tim riset BRIN, Dr. Retno Pengestuti, menjelaskan bahwa bawang daun varietas Meland-1 merupakan hasil karakterisasi dari varietas lokal Wonosobo yang telah didaftarkan ke Kementerian Pertanian RI pada akhir 2024.

“Sebetulnya ada dua varietas yang kami daftarkan, yaitu Meland-1 dan BM-1. Namun, untuk tahap uji keunggulan kali ini baru varietas Meland-1 yang diagendakan,” ujar Retno.

Uji keunggulan dilakukan dengan menggunakan tiga varietas pembanding yang telah beredar di pasaran. Menurut Retno, saat ini belum banyak benih bawang daun yang memiliki izin pelepasan resmi dari Kementerian Pertanian.

Baca Juga:  INFO LOKER : NSC Finance Buka Lowongan Team Leader hingga Sales Marketing di Area Prembun

“Kami berharap bawang daun Meland-1 nantinya bisa menjadi varietas yang mendapat izin pelepasan sekaligus izin edar. Hal ini akan membuka peluang pengembangan benih unggul dari Wonosobo,” tambahnya.

Kepala UPT Balai Benih Pertanian Sariaji Dispaperkan Wonosobo, Dwi Natali, mengungkapkan bahwa hingga kini sudah terdapat empat varietas lokal yang didaftarkan ke Kementerian Pertanian, dua varietas cabai dan dua varietas bawang daun, termasuk bawang daun Meland-1.

“Untuk tahun 2026, kami juga telah mengagendakan kegiatan karakterisasi dan pendaftaran varietas Cabai Garung dan Cabai Ngasinan,” kata Dwi.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian lokal melalui penguatan benih yang adaptif terhadap kondisi agroklimat Wonosobo.

Kepala Bidang Bina Program dan Penyuluhan Dispapikan Wonosobo, Umar Shoid, menyampaikan bahwa bawang daun Meland-1 telah mendapat respons positif dari para petani, khususnya di wilayah Kalikajar dan Watumalang.

Baca Juga:  Longsor Rusak Rumah Warga di Derongisor Mojotengah, Kerugian Capai Ratusan Juta

“Selain dapat menekan biaya produksi, pengembangan benih bawang daun lokal ini juga membantu petani dalam mengatur pola tanam. Dengan demikian, risiko kerugian akibat fluktuasi harga maupun kelebihan produksi bisa ditekan,” ujar Umar.

Dari sisi produktivitas, bawang daun Meland-1 dinilai memiliki potensi hasil yang lebih stabil dibandingkan varietas yang saat ini beredar, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem di daerah dataran tinggi Wonosobo.

Melalui kegiatan uji keunggulan bawang daun Meland-1, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menegaskan komitmennya memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra hortikultura unggulan di Jawa Tengah.

Kemandirian benih menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan pertanian daerah, seiring meningkatnya kebutuhan akan benih unggul yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim dan dinamika pasar.

“Dengan riset dan inovasi seperti ini, Wonosobo diharapkan tidak hanya menjadi penghasil produk hortikultura, tetapi juga pusat inovasi benih lokal yang berdaya saing nasional,” tutup Umar.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama
JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35
Katib Syuriyah PBNU Ajak Peserta Muktamar Jombang Jaga Kemandirian Organisasi
Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla
KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK
Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalimantan
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:55 WIB

JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:53 WIB

KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK

Berita Terbaru