Longsor Rusak Rumah Warga di Derongisor Mojotengah, Kerugian Capai Ratusan Juta

- Penulis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi tanah longsor di Mojotengah yang merusak rumah warga Derongisor.

i

Kondisi tanah longsor di Mojotengah yang merusak rumah warga Derongisor.

WONOSOBO – Hujan deras picu longsor di Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Rabu (22/10/2025) dini hari sekitar pukul 03.15 WIB. Satu rumah warga di Dusun Munggang, Desa Derongisor, mengalami kerusakan berat akibat tertimpa material longsor. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Longsornya tebing setinggi sekitar lima meter di belakang rumah Mustofa (38), warga RT 1 RW 2 Dusun Munggang, menimpa bagian belakang rumah hingga tembok ambruk.

Berdasarkan taksiran sementara, kerugian akibat hujan deras yang memicu longsor di Mojotengah ini mencapai sekitar Rp250 juta.

Menurut kesaksian relawan kebencanaan, Bangun, suara dentuman keras terdengar sesaat sebelum longsor menimpa rumah Mustofa.

“Suara keras itu membuat Mustofa sekeluarga terbangun. Mereka berusaha keluar lewat jendela karena pintu kamar tertutup timbunan tanah,” ujar Bangun, Kamis (23/10/2025).

Meski rumah mengalami kerusakan berat, Mustofa, istri, dan dua anaknya berhasil menyelamatkan diri. Untuk sementara, keluarga tersebut mengungsi di rumah kerabat yang masih berada di sekitar lokasi.

Baca Juga:  Penambang Emas Tewas Tertimbun Longsor di Kebumen, Polisi Sebut Tambang Ilegal

Selain rumah Mustofa, satu rumah warga lain milik Muji Syukur juga terdampak. Namun kerusakan yang terjadi tergolong ringan karena hanya sebagian dinding terkena material tanah longsor.

Kapolsek Mojotengah, Iptu Sudigdo, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana seiring meningkatnya curah hujan di wilayah pegunungan.

“Kami mengingatkan warga untuk waspada saat hujan deras berlangsung. Jika melihat tanda-tanda seperti retakan tanah atau pergeseran tebing, segera laporkan ke aparat desa atau kepolisian,” kata Sudigdo.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka
KRI Bima Suci Tiba di Singapura: Kapal Latih TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim
Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta: Polisi Tetapkan 13 Tersangka Termasuk Pengelola
Update Kasus Penganiayaan Anak di Banda Aceh: Enam Saksi Beri Keterangan

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:51 WIB

Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:16 WIB

Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:23 WIB

Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Kamis, 30 April 2026 - 10:43 WIB

Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan

Berita Terbaru