Tayangan Xpose Trans7 Dinilai Lecehkan Pesantren, Banom NU Purworejo Serukan Boikot

- Penulis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua PC PMII Purworejo, Fatkhu Rohman (jas biru) dan Ketua PC Ansor Purworejo, Tashilul Manasik (jas hijau). (Istimewa)

i

Ketua PC PMII Purworejo, Fatkhu Rohman (jas biru) dan Ketua PC Ansor Purworejo, Tashilul Manasik (jas hijau). (Istimewa)

PURWOREJO – Tayangan Xpose Trans7 menuai kecaman dari sejumlah badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Tayangan tersebut dinilai melecehkan dan menyudutkan budaya serta kehidupan pesantren, yang selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan Islam berbasis nilai moral dan spiritual.

Kritik keras salah satunya datang dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Purworejo.

Ketua PC PMII Purworejo, Fatkhu Rohman menyebutkan, bahwa program ‘Xpose Uncensored’ yang ditayangkan Trans7 telah keluar dari koridor jurnalistik dan menyajikan narasi menyesatkan terkait kehidupan di lingkungan pesantren.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Fatkhu, tayangan Xpose Trans7 tidak hanya gagal memahami konteks budaya dan religiusitas pesantren, tetapi juga menciptakan stigma negatif di tengah masyarakat.

“Program tersebut menarasikan kehidupan santri dan kiai secara keliru. Ini bentuk pengabaian terhadap prinsip jurnalistik yang mengedepankan akurasi dan riset kontekstual,” ujar Fatkhu Rohman.

Baca Juga:  Kontroversi Tayangan Pesantren di Xpose Uncensored Trans 7, KPI Hentikan Program

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pondok pesantren memiliki nilai-nilai luhur seperti spiritualitas, intelektualitas, serta moralitas yang selama ini membentuk karakter generasi bangsa.

Tayangan Xpose Trans7, kata dia, justru mereduksi kompleksitas tersebut menjadi tayangan yang hanya mengejar sensasi.

Sebagai bentuk protes moral, PMII Purworejo menyerukan boikot terhadap Trans7. Fatkhu menyatakan boikot akan berlangsung sampai pihak manajemen Trans7 menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap isi program.

“Media tidak boleh menjadikan budaya pesantren sebagai komoditas demi rating. Kami menuntut KPI segera mengevaluasi dugaan pelanggaran terhadap Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS),” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa televisi nasional semestinya menjadi sarana membangun pemahaman lintas budaya, bukan alat untuk menyebarkan misrepresentasi budaya dan agama.

Baca Juga:  Satpol PP Damkar Purworejo Amankan 935 Bungkus Rokok Ilegal dalam Operasi Gabungan

Kecaman terhadap tayangan Xpose Trans7 juga datang dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Purworejo.

Ketua PC GP Ansor, Tashilul Manasik, menyampaikan seruan boikot kepada seluruh kader Ansor dan Banser di wilayahnya sebagai bentuk solidaritas atas dugaan pelecehan terhadap nilai-nilai pesantren.

“Seruan ini bukan sekadar protes, tapi juga peringatan bagi media agar menjaga etika jurnalistik dan tidak mencederai kehormatan tokoh agama,” ujar Tashilul.

Ia berharap Trans7 melakukan introspeksi dan menyampaikan permintaan maaf secara resmi melalui media nasional maupun pertemuan langsung dengan tokoh-tokoh pesantren.

“Boikot Trans7 adalah bentuk tanggung jawab moral kami dalam menjaga marwah kiai, serta memastikan tayangan media mendidik dan tidak memicu konflik sosial,” tambahnya.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KPK Tetapkan Ajudan dan Bupati Tulungagung Jadi Tersangka Korupsi
Viral Video Sepeda Motor BGN, Dadan Hindayana Beri Klarifikasi
Rupiah Tembus Rp17.000, Airlangga Sebut Mata Uang Lain Juga Melemah
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir bagi Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
Menteri Purbaya Siapkan Tambahan Subsidi Energi Nasional Rp100 Triliun
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tidak Naik Baik Subsidi Maupun Non-Subsidi
Prabowo Tegaskan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kriminal Serius

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 23:28 WIB

KPK Tetapkan Ajudan dan Bupati Tulungagung Jadi Tersangka Korupsi

Kamis, 9 April 2026 - 10:02 WIB

Viral Video Sepeda Motor BGN, Dadan Hindayana Beri Klarifikasi

Rabu, 8 April 2026 - 07:24 WIB

Rupiah Tembus Rp17.000, Airlangga Sebut Mata Uang Lain Juga Melemah

Selasa, 7 April 2026 - 14:11 WIB

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir bagi Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Selasa, 7 April 2026 - 07:20 WIB

Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026

Berita Terbaru