Kasus Campak Meningkat, KLB Ditetapkan di Sejumlah Daerah di Indonesia Sepanjang 2025

- Penulis

Minggu, 12 Oktober 2025 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di sejumlah wilayah Indonesia sepanjang tahun 2025. Penetapan ini merupakan respons atas lonjakan kasus campak yang kembali mengancam kesehatan anak-anak, meskipun penyakit ini sebelumnya sudah masuk dalam program pengendalian nasional melalui imunisasi rutin.

Data Kementerian Kesehatan mencatat bahwa hingga Agustus 2025, terdapat 23.128 kasus suspek campak, dengan 3.444 kasus terkonfirmasi positif, atau setara dengan positivity rate 16,6 persen.

Situasi ini mendorong pemerintah daerah bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaktifkan berbagai langkah responsif, termasuk pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, penurunan cakupan imunisasi menjadi penyebab utama terjadinya lonjakan kasus campak dan penetapan KLB campak 2025. Ia menegaskan bahwa vaksinasi menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran penyakit ini.

“Imunisasi campak sudah kita masukkan sebagai salah satu dari 14 jenis antigen yang masuk ke dalam program imunisasi nasional,” kata Prima dalam keterangannya.

Baca Juga:  Melayat ke Siswa Korban Laka Laut di Pantai Jatimalang, Bupati Purworejo Beri Santunan

Program imunisasi campak rubella nasional memberikan tiga dosis vaksin, yakni dosis pertama pada usia 9 bulan, dosis kedua pada usia 18 bulan dan dosis booster saat anak duduk di kelas 1 SD (sekitar usia 7 tahun).

Ketiga tahap ini dianggap penting untuk membentuk kekebalan aktif, karena antibodi alami dari ibu mulai menurun saat bayi berusia sembilan bulan. Namun, Prima mengungkapkan bahwa cakupan dosis kedua masih jauh lebih rendah dibandingkan dosis pertama, sehingga herd immunity nasional belum terbentuk optimal.

Meskipun angka cakupan imunisasi campak rubella nasional tampak tinggi di permukaan, Prima menyebut masih terdapat ketimpangan distribusi antarwilayah, baik antarkabupaten maupun antardesa.

Ketidakseimbangan ini menyebabkan sejumlah wilayah memiliki cakupan yang sangat rendah, sehingga memicu munculnya kasus campak sporadis hingga KLB campak 2025 di daerah tersebut.

“Kami melihat masih ada desa-desa yang cakupan imunisasinya sangat rendah, dan itu jadi titik rawan penyebaran,” jelas Prima.

Baca Juga:  Longsor dan Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan Provinsi Kepil-Bruno Wonosobo, Alat Berat Dikerahkan

Sebagai respons, pemerintah pusat melakukan penguatan koordinasi lintas sektor dengan dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, termasuk memastikan distribusi vaksin dan sumber daya kesehatan berjalan efektif.

Menanggapi KLB campak 2025, Kemenkes melakukan berbagai intervensi, termasuk rapat koordinasi teknis dengan dinas kesehatan daerah, pengiriman vaksin campak rubella tambahan, edukasi masyarakat melalui kampanye PHBS serta elaksanaan ORI (Outbreak Response Immunization) di wilayah terdampak.

Prima menegaskan bahwa ketersediaan vaksin di fasilitas kesehatan saat ini dalam kondisi aman dan terjamin mutunya. Ia juga mendorong masyarakat untuk segera melengkapi jadwal imunisasi anak sesuai usia, serta memanfaatkan momentum ORI yang digelar di daerah KLB.

Selain vaksinasi, pemerintah juga mengimbau penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), deteksi dini gejala demam dan bercak merah, serta isolasi bagi pasien terkonfirmasi guna memutus rantai penularan.

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KPK Tetapkan Ajudan dan Bupati Tulungagung Jadi Tersangka Korupsi
Viral Video Sepeda Motor BGN, Dadan Hindayana Beri Klarifikasi
Rupiah Tembus Rp17.000, Airlangga Sebut Mata Uang Lain Juga Melemah
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir bagi Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
Menteri Purbaya Siapkan Tambahan Subsidi Energi Nasional Rp100 Triliun
Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tidak Naik Baik Subsidi Maupun Non-Subsidi
Prabowo Tegaskan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kriminal Serius

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 23:28 WIB

KPK Tetapkan Ajudan dan Bupati Tulungagung Jadi Tersangka Korupsi

Kamis, 9 April 2026 - 10:02 WIB

Viral Video Sepeda Motor BGN, Dadan Hindayana Beri Klarifikasi

Rabu, 8 April 2026 - 07:24 WIB

Rupiah Tembus Rp17.000, Airlangga Sebut Mata Uang Lain Juga Melemah

Selasa, 7 April 2026 - 14:11 WIB

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir bagi Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Selasa, 7 April 2026 - 07:20 WIB

Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026

Berita Terbaru