1 Nov 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

1 Nov 2026

Kasus Campak Meningkat, KLB Ditetapkan di Sejumlah Daerah di Indonesia Sepanjang 2025

- Penulis

Minggu, 12 Oktober 2025 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di sejumlah wilayah Indonesia sepanjang tahun 2025. Penetapan ini merupakan respons atas lonjakan kasus campak yang kembali mengancam kesehatan anak-anak, meskipun penyakit ini sebelumnya sudah masuk dalam program pengendalian nasional melalui imunisasi rutin.

Data Kementerian Kesehatan mencatat bahwa hingga Agustus 2025, terdapat 23.128 kasus suspek campak, dengan 3.444 kasus terkonfirmasi positif, atau setara dengan positivity rate 16,6 persen.

Situasi ini mendorong pemerintah daerah bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaktifkan berbagai langkah responsif, termasuk pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI).

Menurut Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, penurunan cakupan imunisasi menjadi penyebab utama terjadinya lonjakan kasus campak dan penetapan KLB campak 2025. Ia menegaskan bahwa vaksinasi menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran penyakit ini.

“Imunisasi campak sudah kita masukkan sebagai salah satu dari 14 jenis antigen yang masuk ke dalam program imunisasi nasional,” kata Prima dalam keterangannya.

Baca Juga:  Melayat ke Siswa Korban Laka Laut di Pantai Jatimalang, Bupati Purworejo Beri Santunan

Program imunisasi campak rubella nasional memberikan tiga dosis vaksin, yakni dosis pertama pada usia 9 bulan, dosis kedua pada usia 18 bulan dan dosis booster saat anak duduk di kelas 1 SD (sekitar usia 7 tahun).

Ketiga tahap ini dianggap penting untuk membentuk kekebalan aktif, karena antibodi alami dari ibu mulai menurun saat bayi berusia sembilan bulan. Namun, Prima mengungkapkan bahwa cakupan dosis kedua masih jauh lebih rendah dibandingkan dosis pertama, sehingga herd immunity nasional belum terbentuk optimal.

Meskipun angka cakupan imunisasi campak rubella nasional tampak tinggi di permukaan, Prima menyebut masih terdapat ketimpangan distribusi antarwilayah, baik antarkabupaten maupun antardesa.

Ketidakseimbangan ini menyebabkan sejumlah wilayah memiliki cakupan yang sangat rendah, sehingga memicu munculnya kasus campak sporadis hingga KLB campak 2025 di daerah tersebut.

“Kami melihat masih ada desa-desa yang cakupan imunisasinya sangat rendah, dan itu jadi titik rawan penyebaran,” jelas Prima.

Baca Juga:  Longsor dan Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan Provinsi Kepil-Bruno Wonosobo, Alat Berat Dikerahkan

Sebagai respons, pemerintah pusat melakukan penguatan koordinasi lintas sektor dengan dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, termasuk memastikan distribusi vaksin dan sumber daya kesehatan berjalan efektif.

Menanggapi KLB campak 2025, Kemenkes melakukan berbagai intervensi, termasuk rapat koordinasi teknis dengan dinas kesehatan daerah, pengiriman vaksin campak rubella tambahan, edukasi masyarakat melalui kampanye PHBS serta elaksanaan ORI (Outbreak Response Immunization) di wilayah terdampak.

Prima menegaskan bahwa ketersediaan vaksin di fasilitas kesehatan saat ini dalam kondisi aman dan terjamin mutunya. Ia juga mendorong masyarakat untuk segera melengkapi jadwal imunisasi anak sesuai usia, serta memanfaatkan momentum ORI yang digelar di daerah KLB.

Selain vaksinasi, pemerintah juga mengimbau penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), deteksi dini gejala demam dan bercak merah, serta isolasi bagi pasien terkonfirmasi guna memutus rantai penularan.

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cari Layanan Imigrasi di Luar Kantor Kini Lebih Mudah, Seluruhnya Bernama Beranda Imigrasi
Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Makin Mudah, Petani Sambut Positif Penurunan Harga
KPK Duga Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Terjadi Sejak 2022
PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun, Lampaui Target 2026
Penanganan Karhutla, Pemerintah Fokus Padamkan 639 Hektare Lahan
Warga Lampung Selatan Hilang Saat Memancing di Kolam Bekas Galian Pasir, Ditemukan Meninggal Dunia
Purbaya Yudhi Sadewa Mendadak Dicopot, Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara Jadi Menkeu
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Cari Layanan Imigrasi di Luar Kantor Kini Lebih Mudah, Seluruhnya Bernama Beranda Imigrasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Makin Mudah, Petani Sambut Positif Penurunan Harga

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:04 WIB

KPK Duga Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Terjadi Sejak 2022

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:39 WIB

PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun, Lampaui Target 2026

Jumat, 25 September 2026 - 21:47 WIB

Warga Lampung Selatan Hilang Saat Memancing di Kolam Bekas Galian Pasir, Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Nasional

KPK Duga Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Terjadi Sejak 2022

Kamis, 15 Okt 2026 - 10:04 WIB

Nasional

PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun, Lampaui Target 2026

Rabu, 14 Okt 2026 - 17:39 WIB