JAKARTA, DiengPost.com – Nilai tukar Rupiah tembus Rp17.000 per dolar AS pada penutupan perdagangan hari Selasa sore. Mata uang Garuda kini berada di level Rp17.105.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan tanggapan terkait hal ini. Menurut dia, pelemahan nilai tukar tidak hanya menimpa mata uang Indonesia.
Airlangga menjelaskan bahwa fenomena ini bersifat global. “Itu kan bukan hanya rupiah, berbagai currency lain juga demikian,” ujar Airlangga singkat di Istana Kepresidenan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data pasar, mata uang rupiah mengalami penurunan sebesar 70 poin. Angka ini setara dengan pelemahan 0,41 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya.
Oleh karena itu, kondisi ini memicu perhatian banyak pihak. Namun, pemerintah menegaskan bahwa tekanan ekonomi global menjadi faktor utama penyebab depresiasi mata uang domestik.
Dampak Ketegangan Amerika Serikat dan Iran
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memberikan penjelasan teknis. Beliau menyebut bahwa potensi eskalasi di Timur Tengah sangat mempengaruhi kondisi pasar keuangan saat ini.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran membuat investor merasa khawatir. Akibatnya, sentimen negatif muncul dan menyebabkan Rupiah tembus Rp17.000 pada perdagangan kali ini.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: ANTARA
Halaman : 1 2 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan