Rupiah Tembus Rp17.000, Airlangga Sebut Mata Uang Lain Juga Melemah

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

i

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

JAKARTA, DiengPost.com – Nilai tukar Rupiah tembus Rp17.000 per dolar AS pada penutupan perdagangan hari Selasa sore. Mata uang Garuda kini berada di level Rp17.105.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan tanggapan terkait hal ini. Menurut dia, pelemahan nilai tukar tidak hanya menimpa mata uang Indonesia.

Airlangga menjelaskan bahwa fenomena ini bersifat global. “Itu kan bukan hanya rupiah, berbagai currency lain juga demikian,” ujar Airlangga singkat di Istana Kepresidenan.

Berdasarkan data pasar, mata uang rupiah mengalami penurunan sebesar 70 poin. Angka ini setara dengan pelemahan 0,41 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya.

Oleh karena itu, kondisi ini memicu perhatian banyak pihak. Namun, pemerintah menegaskan bahwa tekanan ekonomi global menjadi faktor utama penyebab depresiasi mata uang domestik.

Baca Juga:  Ngeri! Mobil Terjun ke Tebing di Watuangkruk Dieng, Diduga Sopir Salah Injak Gas

Dampak Ketegangan Amerika Serikat dan Iran

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memberikan penjelasan teknis. Beliau menyebut bahwa potensi eskalasi di Timur Tengah sangat mempengaruhi kondisi pasar keuangan saat ini.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran membuat investor merasa khawatir. Akibatnya, sentimen negatif muncul dan menyebabkan Rupiah tembus Rp17.000 pada perdagangan kali ini.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: ANTARA

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka
KRI Bima Suci Tiba di Singapura: Kapal Latih TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim
Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta: Polisi Tetapkan 13 Tersangka Termasuk Pengelola
Update Kasus Penganiayaan Anak di Banda Aceh: Enam Saksi Beri Keterangan

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:51 WIB

Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:16 WIB

Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:23 WIB

Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Kamis, 30 April 2026 - 10:43 WIB

Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan

Berita Terbaru