Regulasi baru dinilai sebagai langkah preventif untuk meminimalkan potensi konflik.Beberapa kelompok suporter PSIM seperti Brajamusti dan The Maident juga telah menyatakan sikap untuk menghormati keputusan tersebut sambil tetap memberikan dukungan dari Yogyakarta.
Meski tak bisa hadir langsung di stadion lawan, manajemen PSIM Jogja berharap semangat dukungan para suporter tetap mengalir melalui berbagai kanal digital. Klub juga berencana memperkuat interaksi daring dengan pendukungnya melalui konten eksklusif, tayangan latihan, dan kegiatan sosial.
“Atmosfer dukungan tetap penting. Kami ingin memastikan para pendukung bisa tetap merasa dekat dengan tim meski dari jarak jauh,” tulis manajemen dalam unggahan lanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah PSIM Jogja ini sejalan dengan arahan PSSI dan operator kompetisi yang mendorong klub lebih aktif membangun ekosistem digital bagi suporter di era baru BRI Super League 2025/26.
Bagi sebagian besar pendukung PSIM Jogja, larangan bertandang menjadi ujian tersendiri. Klub berjuluk Laskar Mataram ini dikenal memiliki basis suporter fanatik dan militan yang kerap setia mengikuti ke mana timnya bertanding.
Penulis : Adi
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2
















Tinggalkan Balasan