BANJARNEGARA – Dorongan untuk membentuk Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banjarnegara semakin kuat. Hal ini mengemuka dalam pertemuan kader dan alumni yang berlangsung di wilayah Banjarnegara, Jawa Tengah, pada pertengahan Oktober 2025.
Mabinda PKC PMII Jawa Tengah, Gus Fauhan Fawaqi, secara terbuka menyatakan pentingnya segera mendirikan PC PMII di kabupaten tersebut. Ia menilai Banjarnegara memiliki potensi kader yang besar dan layak memiliki struktur organisasi mandiri di tingkat cabang.
“Banjarnegara harus punya rumah besar sendiri bagi kader pergerakan. Saatnya mahasiswa di sini punya ruang aktualisasi yang jelas, tempat belajar, berpikir, dan mengabdi,” tegas Gus Fauhan dalam pernyataannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Gus Fauhan, selama ini aktivitas kader PMII di Banjarnegara masih terpusat di tingkat komisariat. Padahal, dari sisi jumlah dan dinamika kader, daerah ini sudah layak memiliki cabang sendiri untuk memperkuat posisi organisasi secara struktural.
Pembentukan PC PMII Banjarnegara dinilai penting bukan hanya secara administratif, melainkan juga sebagai sarana untuk memperkuat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah di kalangan mahasiswa Nahdliyin serta memperluas peran sosial organisasi di daerah.
“Kita butuh kader yang tidak hanya aktif di kampus, tapi juga hadir dalam dinamika sosial dan keumatan. PC PMII adalah instrumen penting untuk itu,” tambahnya.
Respon positif datang dari jajaran pengurus PMII di tingkat komisariat. Aziz Viqrotul Aulia, Ketua Komsat PMII Dipayuda Banjarnegara, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung proses pembentukan PC. Ia menyebut dorongan dari pembina wilayah menjadi semangat baru bagi kader muda di Banjarnegara.
“Kami siap mewujudkan pembentukan cabang. Ini momen penting bagi kami untuk membangun PMII yang lebih kokoh di Banjarnegara,” kata Aziz.
Hal senada disampaikan oleh Pangesti Dewi Lestari, Ketua Korps PMII Putri (Kopri) Komsat PMII Dipayuda. Ia menilai pembentukan cabang akan membuka ruang yang lebih luas bagi kader perempuan dalam organisasi.
Sementara itu, Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) Banjarnegara juga menyatakan dukungannya. Ketua IKA PMII Banjarnegara, Jalu Dwi Prasetyo, mengatakan bahwa Banjarnegara tidak bisa terus berada di pinggiran dalam konteks gerakan mahasiswa.
“Banjarnegara punya warisan intelektual dan spiritual yang kuat. Saatnya anak muda kita memimpin sendiri gerakan PMII di sini. Alumni siap mendampingi,” ujar Jalu.
Editor : A. Nandar
































Tinggalkan Balasan