Waspada Dampak Duduk Terlalu Lama, dari Jantung hingga Kematian Dini

- Penulis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bahaya duduk terlalu lama.

i

Ilustrasi bahaya duduk terlalu lama.

WONOSOBO – Duduk dalam waktu lama telah menjadi bagian dari rutinitas harian masyarakat modern, terutama di lingkungan kerja kantoran, aktivitas belajar daring, maupun kebiasaan menonton layar. Namun, berbagai studi menyebutkan bahwa duduk terlalu lama memiliki dampak negatif serius terhadap kesehatan fisik maupun mental.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko utama penyebab kematian di dunia. WHO memperkirakan bahwa lebih dari 4 juta kematian per tahun diakibatkan oleh gaya hidup sedentari, termasuk duduk dalam waktu lama tanpa aktivitas fisik yang cukup.

Dampak Negatif Duduk Terlalu Lama bagi Kesehatan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut beberapa bahaya duduk terlalu lama yang telah dikonfirmasi oleh berbagai penelitian medis:

1. Peningkatan Risiko Penyakit Jantung

Studi dari Journal of the American College of Cardiology (2020) menunjukkan bahwa orang yang duduk lebih dari 6 jam sehari memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner dibanding mereka yang lebih aktif secara fisik.

2. Diabetes dan Resistensi Insulin

Duduk terlalu lama menyebabkan metabolisme tubuh melambat. Hal ini memengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah dan meningkatkan risiko resistensi insulin, yang berujung pada diabetes tipe 2.

Baca Juga:  Launching SPPG Bedono, Bupati Purworejo Tegaskan Pentingnya Keamanan MBG

3. Obesitas dan Gangguan Metabolik

Gaya hidup sedentari berkaitan erat dengan penambahan berat badan yang tidak sehat, karena kalori yang masuk tidak sebanding dengan kalori yang dibakar.

4. Nyeri Punggung dan Leher

Posisi duduk yang salah dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan tekanan berlebih pada tulang belakang, terutama di area punggung bawah (lumbar) dan leher.

5. Masalah Mental: Depresi dan Kecemasan

Aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga kesehatan mental. Kurangnya pergerakan dapat memengaruhi keseimbangan hormon, termasuk dopamin dan serotonin, yang berdampak pada mood, stres, dan kecemasan.

6. Risiko Kematian Dini

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine pada 2015 menyatakan bahwa orang yang duduk lebih dari 8 jam sehari tanpa diselingi aktivitas fisik memiliki risiko kematian dini 15 persen lebih tinggi.

Cara Mengatasi Dampak Duduk Terlalu Lama

Meskipun pekerjaan atau aktivitas sehari-hari menuntut banyak waktu duduk, ada beberapa cara efektif untuk meminimalkan risikonya:

1. Bangun dan Bergerak Setiap 30 Menit

Lakukan peregangan ringan, jalan kaki sebentar, atau berdiri setiap setengah jam. Gunakan pengingat di ponsel atau aplikasi khusus untuk mengatur waktu.

Baca Juga:  Peroleh 29 Medali, Kemenpora Juara Umum Pornas XVII Korpri 2025

2. Gunakan Meja Kerja Berdiri (Standing Desk)

Beberapa kantor modern sudah menyediakan standing desk agar karyawan bisa bekerja sambil berdiri. Ini membantu mengurangi tekanan pada tubuh bagian bawah.

3. Perbanyak Aktivitas Fisik Ringan

Berjalan kaki saat menelepon, memilih tangga daripada lift, atau bersepeda ke tempat kerja adalah beberapa pilihan aktivitas ringan yang bermanfaat.

4. Rutin Berolahraga

Olahraga 150 menit per minggu (misalnya jalan cepat, bersepeda, atau berenang) sangat dianjurkan. WHO juga menyarankan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 30 menit per hari.

5. Perbaiki Postur Duduk

Pastikan posisi duduk ergonomis: punggung lurus, kaki menyentuh lantai, dan layar komputer sejajar mata. Ini mencegah nyeri otot dan tulang.

Duduk terlalu lama bukan sekadar kebiasaan pasif, tetapi dapat menjadi pemicu berbagai masalah kesehatan serius bila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik.

Penting bagi siapa pun yang bekerja atau beraktivitas dalam posisi duduk untuk melakukan pencegahan dini dengan menerapkan pola hidup aktif dan ergonomis.

Dengan langkah kecil seperti berdiri lebih sering, berjalan ringan, dan menjaga postur tubuh, Anda dapat meminimalkan risiko yang muncul akibat kebiasaan duduk berkepanjangan.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan
Kasad Sebut Lulusan Seskoad Angkatan Darat Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan
Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa
Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:23 WIB

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Senin, 22 Juni 2026 - 07:09 WIB

Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:57 WIB

Kasad Sebut Lulusan Seskoad Angkatan Darat Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:32 WIB

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Berita Terbaru

Sudaryono saat dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara Jakarta.

Nasional

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Rabu, 22 Jul 2026 - 21:23 WIB