JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong penguatan likuiditas pasar modal sebagai bagian dari strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Penegasan ini disampaikan dalam forum dialog bersama pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (99/10/2025).
Dalam kesempatan itu, Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah berfokus tidak hanya pada percepatan investasi, tetapi juga pada perlindungan investor ritel, terutama generasi muda yang kini mendominasi pasar modal domestik.
“Yang penting adalah investor kecil harus terlindungi. Ini kan banyak Gen Z yang masuk ke pasar modal, itu yang perlu dilindungi,” ujar Purbaya saat berbicara di BEI, Jakarta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih jauh, Purbaya menjelaskan bahwa penguatan likuiditas pasar modal akan dilakukan melalui berbagai langkah strategis, salah satunya dengan mendorong optimalisasi dana idle pemerintah yang sebelumnya mengendap di Bank Indonesia.
Dana tersebut akan diarahkan ke sektor produktif melalui lembaga keuangan agar dapat mempercepat penyaluran kredit dan mendongkrak kegiatan ekonomi. Ini juga diharapkan berdampak langsung pada dinamika pasar dan meningkatkan partisipasi investor ritel.
“Kalau saya betulin iklim investasi di dunia usaha 2-3 tahun, saya pikir tumbuhnya akan lebih cepat. Nanti kalau pasar udah tahu langkah kita seperti apa, akan naik terus dengan kencang,” ucap Menkeu.
Penegasan pemerintah soal likuiditas pasar modal datang di tengah kondisi pasar yang dinamis. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan investor ritel meningkat signifikan, terutama dari kalangan Gen Z dan milenial.
Data BEI per Agustus 2025 menunjukkan bahwa jumlah investor pasar modal telah mencapai lebih dari 12 juta, naik 150 persen dalam lima tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen merupakan investor usia di bawah 30 tahun.
Namun peningkatan jumlah belum diimbangi dengan perlindungan dan pemahaman risiko yang memadai, yang membuat kebijakan perlindungan investor menjadi prioritas utama.
“Kalau saya bisa develop fundamental economic growth yang kuat dan sustainable, itu bukan mimpi yang terlalu jauh. Jadi, IHSG to the moon,” ujar Purbaya, mengisyaratkan optimisme atas penguatan indeks pasar saham.






























Tinggalkan Balasan