BANDA ACEH, DiengPost.com – Lembaga Falakiyah PWNU Aceh memperkirakan bahwa Penetapan Idul Fitri 1447 H di Indonesia berpotensi jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Prediksi ini muncul berdasarkan hasil kajian data astronomis posisi hilal.
Ketua LF PWNU Aceh, Tgk Ismail Alfarlaky, menjelaskan bahwa perhitungan tinggi bulan saat ini masih cukup rendah. Oleh karena itu, kondisi tersebut belum memenuhi syarat minimal agar hilal dapat terlihat secara visual.
Selanjutnya, hasil hitungan menunjukkan bahwa konjungsi atau fase bulan baru baru akan terjadi pada Kamis pagi. Maka dari itu, proses Penetapan Idul Fitri 1447 H secara teknis akan sangat bergantung pada hasil pengamatan di lapangan nantinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebab, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia hanya berada pada kisaran nol hingga tiga derajat saja. Namun, kriteria baru MABIMS mengharuskan tinggi minimal tiga derajat agar Penetapan Idul Fitri 1447 H bisa dilakukan keesokan harinya.
“Secara astronomis hilal memang sudah di atas ufuk, namun belum memenuhi kriteria imkanur rukyah,” ujar Tgk Ismail pada Jumat (13/3/2026). Beliau mengisyaratkan bahwa Penetapan Idul Fitri 1447 H kemungkinan besar baru terlaksana setelah menggenapkan puasa menjadi tiga puluh hari.
Analisis Sudut Elongasi dan Kriteria MABIMS
Selain masalah ketinggian, parameter sudut elongasi juga menjadi faktor penentu dalam Penetapan Idul Fitri 1447 H. Saat matahari terbenam pada Kamis sore, jarak sudut antara bulan dan matahari belum menyentuh angka enam koma empat derajat.
Oleh sebab itu, hilal mustahil bisa diamati meski cuaca sedang dalam kondisi sangat cerah sekalipun. Selanjutnya, para ahli falak menyarankan masyarakat agar tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat nasional.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: NU Online
Halaman : 1 2 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan