Insiden Selat Hormuz, Vita Ervina Desak Perlindungan PMI di Zona Perang

- Penulis

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina.

i

Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina.

JAKARTA, DiengPost.com – Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina meminta pemerintah agar segera mengambil langkah nyata. Beliau ingin otoritas memperkuat perlindungan PMI di zona perang. Hal tersebut muncul sebagai respons atas hilangnya tiga ABK WNI di Selat Hormuz.

Peristiwa pilu ini terjadi setelah kapal tugboat Musaffah dua meledak di kawasan penuh gejolak keamanan. Oleh karena itu, Vita mendesak pemerintah agar bertindak secara cepat dan transparan. Tim pencari harus menangani musibah ini dengan koordinasi yang sangat baik.

Baca Juga:  Gus Mus Tolak Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional, Warga NU yang Setuju Tak Paham Sejarah

Selanjutnya, situasi konflik di Timur Tengah memang memberikan risiko serius bagi para pekerja maritim kita. Maka dari itu, agenda perlindungan PMI di zona perang harus menjadi prioritas utama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebab, keselamatan warga negara merupakan amanat konstitusi yang sangat mendasar. Namun, kondisi geopolitik saat ini membuat jalur pelayaran internasional menjadi sangat tidak aman bagi pelaut.

Baca Juga:  Vidi Aldiano Meninggal Dunia, Dunia Musik Indonesia Berduka

“Keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama negara,” tegas Vita Ervina dalam keterangan tertulisnya pada Senin (9/3/2026).

Ia menganggap bahwa perlindungan PMI di zona perang adalah bukti kehadiran negara.

Evaluasi Penempatan dan Mitigasi Risiko Maritim

Politisi PDI Perjuangan ini juga menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem penempatan pekerja di wilayah berbahaya. Menurutnya, perlindungan PMI di zona perang membutuhkan standar pemantauan kerja yang lebih ketat.

Penulis : A. Nandar

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Prabowo Tegaskan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kriminal Serius
Gelar Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah, Pemerintah Tetapkan Lebaran Jatuh pada Sabtu 21 Maret
Prediksi PWNU Aceh: Penetapan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Hari Sabtu
Soroti Kualitas Menu, Vita Ervina Minta BGN Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
KPK Amankan 27 Orang dalam OTT Bupati Cilacap
KPK OTT Bupati Cilacap, Berikut Jejak Karir Syamsul Auliya Rachman
Lagi, KPK Lakukan OTT Bupati Cilacap di Tengah Bulan Ramadhan
Muhammadiyah dan Pemerintah Berpotensi Beda Hari dalam Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 23:18 WIB

Prabowo Tegaskan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kriminal Serius

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:21 WIB

Gelar Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah, Pemerintah Tetapkan Lebaran Jatuh pada Sabtu 21 Maret

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:32 WIB

Prediksi PWNU Aceh: Penetapan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Hari Sabtu

Senin, 16 Maret 2026 - 23:53 WIB

Soroti Kualitas Menu, Vita Ervina Minta BGN Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:22 WIB

Insiden Selat Hormuz, Vita Ervina Desak Perlindungan PMI di Zona Perang

Berita Terbaru