Longsor di Karanggayam Jebolkan Tembok Rumah Warga

- Penulis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pihak kepolisian saat membantu membersihkan material tanah longsor di Karanggayam Kebumen.

i

Pihak kepolisian saat membantu membersihkan material tanah longsor di Karanggayam Kebumen.

KEBUMEN — Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Karanggayam mengakibatkan longsor di Karanggayam Kebumen pada Selasa sore (21/10/2025).

Tebing di Dukuh Sipanjang, Desa Selogiri, runtuh dan menimpa bagian belakang rumah milik Kukuh Al Hidayah (24), menyebabkan tembok rumah jebol dan sebagian material tanah masuk ke dalam bangunan.

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri, melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman, mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor di Karanggayam Kebumen tersebut. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp10 juta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Longsor dipicu hujan intensitas tinggi sejak pukul 14.00 hingga 17.30 WIB. Korban mendengar suara gemuruh dari belakang rumah, dan ketika dicek, tebing sudah ambrol menjebol dinding berukuran 4×3 meter,” ujar Kompol Faris, Kamis (23/10/2025).

Baca Juga:  INFO LOKER : NSC Finance Buka Lowongan Team Leader hingga Sales Marketing di Area Prembun

Setelah kejadian tanah longsor di Karanggayam Kebumen tersebut, Kukuh bersama keluarganya segera menyelamatkan diri dan meminta bantuan warga sekitar. Salah satu tetangga, Teguh Kurniawan, ikut membantu evakuasi awal sebelum petugas tiba di lokasi.

Polsek Karanggayam bersama aparat BPBD Kebumen dan perangkat Desa Selogiri langsung meninjau lokasi kejadian. Polisi melakukan pendataan, pemeriksaan kondisi rumah, pencatatan keterangan saksi, serta koordinasi dengan pihak pemerintah desa untuk langkah lanjutan.

Kapolsek Karanggayam Ipda Samun memimpin langsung proses penanganan, dibantu sejumlah personel, antara lain Aiptu Dwi Hariyantho, Aiptu Hari Cahyono, Aipda Warsono, dan Bripka Wahyudi.

Mereka bersama warga bergotong royong membersihkan material tanah serta mengevakuasi peralatan rumah tangga korban ke tempat aman. Polres Kebumen menegaskan pentingnya kewaspadaan menyusul tingginya curah hujan di wilayah selatan Jawa Tengah.

Baca Juga:  Banjir Purworejo Akibat Luapan Sungai Dlangu, Puluhan KK di Kecamatan Butuh Terdampak

Kompol Faris Budiman mengimbau masyarakat di kawasan tebing atau perbukitan agar melakukan pemantauan mandiri terhadap kondisi tanah di sekitar permukiman.

“Curah hujan masih tinggi dan potensi longsor di Karanggayam Kebumen bisa terjadi sewaktu-waktu. Jika terlihat retakan atau pergerakan tanah, segera lapor ke aparat desa atau Polsek setempat,” ujarnya.

Selain Kecamatan Karanggayam, Polres Kebumen juga mencatat beberapa wilayah rawan bencana serupa seperti Karangsambung, Sempor, dan Alian. Warga diminta mengantisipasi bencana hidrometeorologi selama puncak musim penghujan.

Penulis : A.L. Khakim

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka
KRI Bima Suci Tiba di Singapura: Kapal Latih TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim
Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta: Polisi Tetapkan 13 Tersangka Termasuk Pengelola
Update Kasus Penganiayaan Anak di Banda Aceh: Enam Saksi Beri Keterangan

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:51 WIB

Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:16 WIB

Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:23 WIB

Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Kamis, 30 April 2026 - 10:43 WIB

Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan

Berita Terbaru