PURWOREJO – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pituruh, Purworejo, menggelar ziarah akbar ke sejumlah makam ulama pendahulu di wilayah Kecamatan Pituruh, Jumat (17/10/2025).
Kegiatan ziarah ulama NU Pituruh ini melibatkan kolaborasi antara pengurus MWC NU, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, dan sejumlah lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU Kecamatan Pituruh.
Ziarah ini dilakukan secara serentak oleh enam kelompok besar ke enam lokasi makam ulama, dengan tujuan mengenang jasa tokoh-tokoh penyebar Islam sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dan tradisi pesantren di kalangan pelajar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun enam lokasi ziarah ulama NU Pituruh tersebut antara lain Makam Syekh Nur Muhammad, Alang-alang Amba, Desa Girigondo yang diikuti oleh pengurus MWC, GP Ansor, MI Takhasus Ma’arif NU Prapagkidul, dan MI P2A Brengkol.
Kemudian Makam KH. Subakir Abdul Qodir, Gunung Suru, Desa Girigondo yang dihadiri oleh MWC NU, GP Ansor, dan MA Ma’arif NU Pituruh. Makam Kyai Son Haji, Desa Prapagkidul yang dihadiri oleh siswa MI Takhasus Ma’arif NU Prapagkidul dan MI Al Huda Karanggetas.
Selanjutnya Makam KH. Abdul Hamid, Desa Blekatuk yang dihadiri pengurus MWC NU dan guru MA Ma’arif NU Pituruh. Makam H. Noto Wardoyo, Desa Tersidilor yang diikuti oleh MA dan MTs Ma’arif NU Pituruh serta makam Kyai Rosyid Sibaweh, Desa Waru yang dihadiri oleh pengurus MWC NU dan MTs Ma’arif NU Pituruh.
Kegiatan ini juga dipimpin oleh sejumlah tokoh NU seperti KH. Imam Asnawi Muttaqin, KH. Muh Iskandar dan Kyai Abu Salim Alatas yang memimpin doa tahlil di masing-masing titik ziarah.
Ketua Panitia HSN Pituruh, Fatkhan Anis menegaskan, bahwa kegiatan ziarah ulama NU Pituruh ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bagian dari proses edukatif dan spiritual.
“Kegiatan ini menjadi media penting untuk mengenalkan secara langsung para pejuang NU di Kecamatan Pituruh kepada para struktural, anggota badan otonom, dan khususnya para pelajar Ma’arif,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap sejarah perjuangan ulama, serta membangun kesadaran kolektif santri untuk meneruskan perjuangan ulama dalam konteks masa kini.
“Ziarah bukan hanya soal doa, tetapi juga pelajaran hidup dan nilai tanggung jawab terhadap warisan perjuangan NU,” tambahnya.
Ziarah ulama NU Pituruh ini menjadi bentuk refleksi sejarah menjelang Hari Santri Nasional. Sebagaimana diketahui, peran santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa telah diakui secara nasional.
Penulis : Adi
Editor : A. Nandar
































Tinggalkan Balasan