JATUBU Tanam 23.000 Bibit Kopi di Lereng Sindoro- Sumbing, Dorong Reboisasi dan Ekonomi Hijau Wonosobo

- Penulis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat bersama komunitas JATUBU menanam bibit kopi di lereng Gunung Sumbing, Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. (A. Nandar/diengpost.com)

i

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat bersama komunitas JATUBU menanam bibit kopi di lereng Gunung Sumbing, Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. (A. Nandar/diengpost.com)

WONOSOBO – Komunitas Jagat Tunas Bumi (JATUBU) menginisiasi gerakan penanaman 23 ribu bibit kopi di lereng Sindoro–Sumbing, Wonosobo, sebagai bentuk reboisasi sekaligus upaya penguatan ekonomi hijau dan ketahanan pangan.

Kegiatan yang berlangsung sejak 11 hingga 14 Oktober 2025 ini mencapai puncaknya pada Selasa (14/10) di Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar.

Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat memberikan apresiasi tinggi atas peran JATUBU dalam menggerakkan aksi ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus JATUBU yang bersama Perhutani, LMDH, dan berbagai elemen masyarakat berhasil menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini,” ujarnya.

Penanaman kopi oleh JATUBU bukan hanya sekadar penghijauan, tetapi juga menjaga kualitas air dan udara di kawasan konservasi serta meningkatkan ketahanan pangan dengan pemberdayaan masyarakat setempat.

“Kegiatan ini jangan sebatas seremoni, tapi harus berkelanjutan dan menghasilkan nilai ekonomi bagi warga,” imbuh Bupati Afif.

Selain penanaman bibit kopi, kegiatan juga meliputi sesi berbagi ilmu bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), edukasi pengelolaan limbah menjadi energi terbarukan, dan pembagian bibit padi sebagai wujud sinergi pertanian dan kehutanan.

Ketua JATUBU, Mantep Abdul Ghoni, menyatakan bahwa gerakan ini bertujuan memperkuat posisi Kopi Wonosobo sebagai komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan ekologis sekaligus.

Baca Juga:  Penerimaan Negara Turun Akibat Rokok Ilegal, Diskominfo Wonosobo Gencarkan Sosialisasi Cukai

“Setiap bibit kopi yang kami tanam adalah kontribusi nyata untuk reboisasi sekaligus menggerakkan ekonomi hijau di Wonosobo,” ujarnya.

Penasihat utama JATUBU, Laksma TNI Dr. Taufik Arief, menilai reboisasi kopi sebagai gerakan nasionalisme ekologis yang menggabungkan kepedulian lingkungan dengan semangat cinta tanah air.

“Ini adalah gerakan sosial-ekonomi berkelanjutan yang harus didukung oleh semua pihak,” tegasnya.

Gerakan JATUBU ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah daerah, komunitas, dan pemangku kepentingan guna menjadikan Wonosobo sebagai daerah percontohan reboisasi berbasis kopi di Jawa Tengah.

WONOSOBO – Komunitas Jagat Tunas Bumi (JATUBU) menggelar aksi tanam 23 ribu bibit kopi di lereng Gunung Sindoro-Sumbing, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam upaya reboisasi kawasan hutan, penguatan ekonomi hijau, serta pemberdayaan masyarakat melalui ketahanan pangan.

Aksi penanaman berlangsung pada 11–14 Oktober 2025, dan mencapai puncaknya di Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, pada Selasa (14/10/2025).

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Ia menyebut kolaborasi antara JATUBU, Perhutani, LMDH, dan masyarakat sebagai contoh sinergi yang patut dicontoh.

“Terima kasih kepada JATUBU dan semua pihak yang telah berkontribusi. Saya harap kegiatan ini tidak berhenti di seremoni, tapi bisa terus berlanjut dan memberi nilai ekonomi bagi warga,” kata Afif.

Baca Juga:  Diduga Jadi Korban Bullying, Siswa SD di Wonosobo Meninggal Dunia

Ketua JATUBU, Mantep Abdul Ghoni, menjelaskan bahwa kopi dipilih bukan hanya karena nilai ekonominya, tetapi juga karena kemampuannya menjaga keseimbangan lingkungan.

“Setiap bibit kopi yang kami tanam adalah kontribusi untuk reboisasi dan pembangunan ekonomi hijau berbasis masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Kopi Wonosobo memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan yang bisa bersaing di pasar nasional maupun global.

Tak hanya penanaman kopi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan berbagai sesi edukatif, seperti kolaborasi bersama BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), edukasi tentang pengelolaan limbah menjadi energi terbarukan serta pembagian bibit padi sebagai bentuk integrasi sektor pertanian dan kehutanan.

Langkah ini menunjukkan bahwa JATUBU tak hanya fokus pada penghijauan, tetapi juga pada pembangunan berkelanjutan yang inklusif.

Penasihat utama JATUBU, Laksma TNI Dr. Taufik Arief, menyebut gerakan ini sebagai wujud nasionalisme ekologis, bentuk cinta tanah air yang diwujudkan lewat pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi rakyat.

“Ini bukan hanya gerakan lingkungan, tapi gerakan sosial-ekonomi yang berkelanjutan. Semua pihak harus terlibat dan mendukung,” tegasnya.

Sebagai penutup acara, dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah daerah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan. Komitmen ini bertujuan menjadikan Wonosobo sebagai daerah percontohan reboisasi berbasis kopi di Jawa Tengah.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan
Kasad Sebut Lulusan Seskoad Angkatan Darat Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan
Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa
Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:23 WIB

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Senin, 22 Juni 2026 - 07:09 WIB

Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:57 WIB

Kasad Sebut Lulusan Seskoad Angkatan Darat Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:32 WIB

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Berita Terbaru

Sudaryono saat dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara Jakarta.

Nasional

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Rabu, 22 Jul 2026 - 21:23 WIB