JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan penyesalan mendalam atas tindakan dan perilaku pendakwah Elham Yahya Luqman yang dinilai tidak mencerminkan akhlakul karimah serta bertentangan dengan ajaran Islam.
Dalam pernyataan resminya, PBNU menilai bahwa perilaku yang merendahkan martabat manusia, khususnya terhadap anak-anak, merupakan pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan prinsip dakwah bil hikmah yang menjadi ciri dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin.
“Dakwah harus menumbuhkan kemuliaan, bukan menistakan martabat manusia,” tulis PBNU di IG @nuonline.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
PBNU juga menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama mewarisi amanah besar untuk membangun kemaslahatan umat dengan berpegang pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah.
Oleh karena itu, NU menolak keras segala bentuk praktik yang menciderai Maqashid Syariah, terutama dalam hal perlindungan terhadap kehormatan manusia (hifdz al-‘irdh), tanpa memandang usia, status, maupun kedudukan sosial.
Lebih lanjut, PBNU menekankan bahwa penghormatan terhadap para kiai dan nyai harus didasarkan pada keulamaan, kearifan sebagai pengasuh, serta peran mereka sebagai pengayom jamaah. Penghormatan tersebut adalah amanah, dan setiap tokoh agama wajib menjaga diri serta berperilaku sebagai uswatun hasanah bagi umat.
Penulis : Adi
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan