WONOSOBO – Pemerintah Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, terus mendorong upaya penguatan program lingkungan dan ketahanan pangan di wilayahnya.
Sebagai langkah konkret, perwakilan desa melakukan kunjungan studi ke Desa Talunombo, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, pada Rabu (15/10/2025).
Kegiatan tersebut bertujuan menggali lebih dalam praktik inovatif pengelolaan sampah terpadu dan sistem pangan berkelanjutan yang telah sukses diterapkan masyarakat Talunombo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Klaten juga didampingi oleh Wakil Bupati Wonosobo periode 2020–2024, Drs. KH Muhamad Albar.
Talunombo selama ini dikenal sebagai desa percontohan dalam pengelolaan lingkungan. Melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS3R), warga berhasil mengubah berbagai jenis limbah rumah tangga menjadi produk bernilai seperti briket, pupuk organik, hingga bahan bakar biosolar.
Keberhasilan ini menarik banyak pihak untuk belajar langsung, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga komunitas sosial.
“Warga Talunombo telah menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya menjaga kebersihan, tapi juga membuka peluang ekonomi masyarakat,” ujar Muhamad Albar saat menemani rombongan dari Klaten.
Kepala Desa Granting, Sri Kuncoro menyampaikan, bahwa pihaknya ingin mengadopsi konsep serupa agar pengelolaan lingkungan di desanya juga berdampak nyata pada kesejahteraan rakyat.
Ia menilai model pembangunan berbasis sampah dan pangan berkelanjutan yang dijalankan Talunombo sangat relevan untuk diterapkan di Granting.
“Kami ingin belajar cara bagaimana masyarakat bisa mandiri secara ekonomi melalui pengelolaan lingkungan. Talunombo sudah memberikan inspirasi nyata,” ujar Sri Kuncoro.
Sementara itu, Kepala Desa Talunombo, Badar, menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap kegiatan semacam ini mampu memperkuat hubungan antardesa dalam inovasi pembangunan berkelanjutan.
“Kami siap berbagi pengalaman dan bekerja sama agar semakin banyak desa di Jawa Tengah yang maju dalam pengelolaan lingkungan,” tuturnya.
Editor : A. Nandar
































Tinggalkan Balasan