14 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

14 Sep 2026

TNI Kerahkan Puluhan Ribu Prajurit Amankan Aset Strategis di Bangka dan Morowali

- Penulis

Sabtu, 22 November 2025 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

i

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Sebelumnya, Presiden RI menyoroti indikasi kuat maraknya aktivitas tambang ilegal di Bangka Belitung yang mencapai sekitar 1.000 titik. Kondisi itu membuat Indonesia kehilangan hingga 80 persen dari total produksi timah nasional. Presiden lalu memerintahkan TNI memperketat pengawasan seluruh jalur distribusi material tambang.

“Saya perintahkan TNI untuk memblokir seluruh jalur masuk dan keluar di Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Negara harus mengetahui secara pasti apa yang keluar dan apa yang masuk. Kita tidak boleh terus dirugikan,” tegas Presiden dalam arahannya.

Baca Juga:  Hari Armada RI 2025, Kasal Pastikan Tambah Unsur TNI AL untuk Bantu Korban Bencana di Sumatera

Menindaklanjuti instruksi tersebut, TNI mengerahkan pasukan besar beserta berbagai alat utama sistem senjata (alutsista), mulai dari kendaraan taktis Maung, drone pengintai, kapal perang KRI dan KAL, hingga armada udara seperti pesawat F-16, Hercules, CN-295, helikopter Caracal, dan Super Puma.

Selama latihan di Bangka Belitung, Menhan dan Panglima TNI menyaksikan sejumlah demonstrasi kemampuan, antara lain serangan udara langsung (SUL) oleh pesawat F-16 dari Wing Udara 31, penerjunan taktis pasukan Yonif 501, simulasi penangkapan ponton ilegal, sampai peninjauan langsung ke lokasi penambangan pasir.

Baca Juga:  Tanah Longsor di Kemiri Purworejo Terjang Rumah Warga Usai Hujan Deras

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan latihan ini bertujuan memperkuat penegakan kedaulatan dan menertibkan potensi pelanggaran di sektor pertambangan.

“Tujuannya satu, bagaimana negara berdaulat memiliki kemampuan untuk menegakkan peraturan dan melakukan penertiban dalam rangka pengamanan sumber daya alam sebagai bagian dari kedaulatan NKRI,” ujarnya.

Penulis : Afandi

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Purbaya Yudhi Sadewa Mendadak Dicopot, Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara Jadi Menkeu
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama
JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35
Katib Syuriyah PBNU Ajak Peserta Muktamar Jombang Jaga Kemandirian Organisasi
Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla
KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK
Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalimantan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:34 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa Mendadak Dicopot, Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara Jadi Menkeu

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Katib Syuriyah PBNU Ajak Peserta Muktamar Jombang Jaga Kemandirian Organisasi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:53 WIB

KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK

Berita Terbaru