Sebelumnya, Presiden RI menyoroti indikasi kuat maraknya aktivitas tambang ilegal di Bangka Belitung yang mencapai sekitar 1.000 titik. Kondisi itu membuat Indonesia kehilangan hingga 80 persen dari total produksi timah nasional. Presiden lalu memerintahkan TNI memperketat pengawasan seluruh jalur distribusi material tambang.
“Saya perintahkan TNI untuk memblokir seluruh jalur masuk dan keluar di Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Negara harus mengetahui secara pasti apa yang keluar dan apa yang masuk. Kita tidak boleh terus dirugikan,” tegas Presiden dalam arahannya.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, TNI mengerahkan pasukan besar beserta berbagai alat utama sistem senjata (alutsista), mulai dari kendaraan taktis Maung, drone pengintai, kapal perang KRI dan KAL, hingga armada udara seperti pesawat F-16, Hercules, CN-295, helikopter Caracal, dan Super Puma.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama latihan di Bangka Belitung, Menhan dan Panglima TNI menyaksikan sejumlah demonstrasi kemampuan, antara lain serangan udara langsung (SUL) oleh pesawat F-16 dari Wing Udara 31, penerjunan taktis pasukan Yonif 501, simulasi penangkapan ponton ilegal, sampai peninjauan langsung ke lokasi penambangan pasir.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan latihan ini bertujuan memperkuat penegakan kedaulatan dan menertibkan potensi pelanggaran di sektor pertambangan.
“Tujuannya satu, bagaimana negara berdaulat memiliki kemampuan untuk menegakkan peraturan dan melakukan penertiban dalam rangka pengamanan sumber daya alam sebagai bagian dari kedaulatan NKRI,” ujarnya.
Penulis : Afandi
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan