Menurut Suahasil, langkah tersebut merupakan bagian dari manajemen kas negara yang bertujuan menambah likuiditas di sektor perbankan agar suku bunga dapat ditekan. Dengan likuiditas yang cukup, iklim investasi diharapkan semakin kondusif.
“Penurunan suku bunga akan membuat kegiatan ekonomi lebih feasible dan meningkatkan gairah investasi,” ujarnya.
Selain stimulus fiskal, pemerintah juga mengupayakan sinergi antara strategi fiskal 2025 dan kebijakan reformasi struktural. Fokusnya adalah memperbaiki kemudahan berusaha, memperkuat kepastian hukum, serta membenahi kualitas sumber daya manusia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Belanja APBN yang setara dengan 14 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) diarahkan untuk mendukung delapan program prioritas nasional, termasuk hilirisasi sektor industri, penguatan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Melalui strategi fiskal 2025, pemerintah menempatkan hilirisasi sebagai faktor utama untuk memperkuat investasi dan pertumbuhan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan memperluas rantai nilai ekonomi domestik dan mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Wamenkeu menambahkan, keberhasilan kebijakan fiskal di tahun 2025 akan bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta dunia usaha.
“Kita ingin memastikan kebijakan fiskal tidak hanya stabil dari sisi angka, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat,” katanya.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Kemenkeu RI
































Tinggalkan Balasan