PURWOREJO – Komitmen memperkuat sinergi eksekutif dan legislatif Purworejo dalam bidang kebudayaan kembali ditegaskan melalui kegiatan Gelar Apresiasi Seni DPRD Purworejo 2025. Acara ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Jadi ke-77 DPRD Kabupaten Purworejo dan menjadi sarana penguatan kolaborasi antara pemerintah, wakil rakyat, serta masyarakat seni.
Dalam acara yang berlangsung Sabtu (25/10/2025) tersebut, Bupati Purworejo, Yuli Hastuti melalui Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Tolkhah menyoroti pentingnya peran bersama antara pemerintah dan DPRD dalam membangun ekosistem kebudayaan yang adaptif dan berkelanjutan.
“Kebudayaan akan tetap hidup jika diteruskan oleh generasi muda. Para pendidik dan seniman memiliki peran penting untuk terus berkarya, berlatih, dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal,” ujar Tolkhah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui momentum sinergi eksekutif dan legislatif Purworejo, pemerintah menegaskan kembali bahwa seni dan kebudayaan bukan sekadar hiburan, melainkan pilar penting pembangunan karakter masyarakat. Kegiatan kesenian seperti Gelar Apresiasi DPRD menjadi wadah ekspresi sekaligus ruang silaturahmi bagi pelaku budaya agar tetap produktif.
“Melalui dukungan bersama antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, seni kerakyatan akan semakin hidup, tumbuh, dan membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” lanjut Tolkhah.
Penegasan ini mencerminkan arah kebijakan Pemkab Purworejo dalam memperkuat fungsi kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan. Dalam konteks data, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo mencatat lebih dari 120 komunitas seni aktif di seluruh kecamatan, dengan sebagian besar masih mempertahankan tradisi lokal seperti jaran kepang, kuda lumping, dan tari lengger.
Pemerintah juga menyoroti pentingnya keterlibatan anak muda dalam pelestarian budaya. Bupati melalui Plh Sekda menegaskan, regenerasi pelaku seni akan menjadi kunci keberlanjutan kebudayaan Purworejo.
“Para pendidik dan seniman adalah pewaris sekaligus penerus kebudayaan Purworejo,” disampaikan Tolkhah.
Selain itu, acara Gelar Apresiasi Seni DPRD Purworejo 2025 juga diisi dengan berbagai penampilan seni tradisional dari 16 kecamatan. Kegiatan ini memperlihatkan pluralitas kesenian lokal yang masih terjaga melalui komunitas masyarakat dan lembaga pendidikan.
Kegiatan seni tahunan yang diinisiasi DPRD Purworejo ini menjadi simbol nyata sinergi dua lembaga, yaitu eksekutif dan legislatif dalam menghidupkan kembali kesenian rakyat. Dalam konteks pemerintahan daerah, kolaborasi ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kebijakan pembangunan fisik dan pelestarian nilai budaya lokal.
“Selamat menyaksikan pertunjukan malam ini. Semoga memberi kesan mendalam dan menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan seni dan budaya Kabupaten Purworejo,” tutup Tolkhah.
Acara ini menandai terus tumbuhnya kesadaran bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana sinergi eksekutif dan legislatif Purworejo dapat menjaga identitas dan kebanggaan kultural masyarakatnya.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
















Tinggalkan Balasan