Ketua PW IPNU Jateng Kecam Tayangan Trans7, Serukan Protes Santun

- Penulis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Tengah, Irfan Khamid. (A. Nandar/diengpost.com)

i

Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Tengah, Irfan Khamid. (A. Nandar/diengpost.com)

SEMARANG – Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Tengah, Irfan Khamid, menyampaikan kecaman atas tayangan program ‘Xpose Uncensored’ di stasiun televisi Trans7 yang disiarkan pada 13 Oktober 2025.

Tayangan tersebut dinilai melecehkan Pondok Pesantren Lirboyo dan para ulama yang merupakan tokoh agama dihormati di lingkungan pesantren.

“Ulama adalah pewaris para nabi, sosok yang semestinya dihormati, bukan menjadi bahan olok-olok atau tayangan yang merendahkan martabat,” ujar Irfan Khamid, Selasa (14/10/2025), dalam pernyataan resminya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan Ketua PW IPNU Jawa Tengah ini merespons munculnya gelombang protes dari kalangan santri, pelajar, dan warga Nahdlatul Ulama di berbagai daerah di Jawa Tengah terkait isi program televisi yang dianggap tidak sensitif terhadap nilai-nilai keagamaan.

Meskipun menyatakan keberatan tegas, Ketua PW IPNU Jawa Tengah mengimbau agar kader IPNU tetap bersikap tenang dan menahan diri dalam merespons tayangan tersebut. Ia menekankan pentingnya menyampaikan kritik secara santun, sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam lingkungan pesantren.

Baca Juga:  Ratusan Santri Demo di Semarang, Desak Trans7 Dicabut Izin Siarnya

“Kami menghimbau agar seluruh kader IPNU menahan diri dari kemarahan yang berlebihan serta tidak membalas dengan kata-kata kasar. Sikap tegas hendaknya disampaikan dengan cara yang terhormat dan santun,” kata Irfan Khamid.

Imbauan ini disampaikan untuk mencegah munculnya reaksi berlebihan yang dapat berdampak pada kondusivitas sosial, terutama di tengah tingginya tensi di media sosial akibat konten yang dianggap menyinggung martabat ulama dan pesantren.

Tayangan ‘Xpose Uncensored’ Trans7 yang menjadi polemik tersebut telah menuai respons luas, baik di media sosial maupun komunitas pesantren. Beberapa warganet dan tokoh masyarakat menyuarakan seruan boikot terhadap Trans7 sebagai bentuk penolakan terhadap isi tayangan yang dinilai tidak etis.

Baca Juga:  DKN Laskar Santri Nusantara Kecam Xpose Uncensored Trans7, Desak KPI Lakukan Investigasi

Ketua PW IPNU Jawa Tengah dalam pernyataannya juga mendorong pihak Trans7 untuk melakukan evaluasi internal terkait konten program tersebut.

“Kami berharap Trans7 melakukan introspeksi dan evaluasi menyeluruh atas tayangan yang telah menyinggung perasaan umat Islam dan merendahkan simbol-simbol keagamaan,” tambah Irfan.

Kritik terhadap tayangan Xpose Uncensored bukan hanya datang dari kalangan santri, tapi juga dari pengamat media dan tokoh pendidikan Islam. Mereka menilai representasi terhadap tokoh agama dalam media harus dilakukan secara hati-hati, mengingat posisi ulama sebagai figur moral dan pemimpin spiritual masyarakat.

PW IPNU Jawa Tengah menegaskan bahwa menjaga kehormatan ulama adalah bagian dari menjaga kehormatan umat dan nilai-nilai kebangsaan. Tayangan yang menampilkan ulama secara tidak pantas dinilai berpotensi merusak citra lembaga keagamaan dan memperkeruh ruang publik.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa
Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka
KRI Bima Suci Tiba di Singapura: Kapal Latih TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim
Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta: Polisi Tetapkan 13 Tersangka Termasuk Pengelola

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:32 WIB

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:16 WIB

Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:23 WIB

Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:22 WIB

KRI Bima Suci Tiba di Singapura: Kapal Latih TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim

Berita Terbaru