Awas Serangan Jantung di Usia Muda, Ini Cara Mencegahnya Sejak Dini

- Penulis

Kamis, 16 Oktober 2025 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi orang terkena serangan jantung. (Istimewa)

i

Ilustrasi orang terkena serangan jantung. (Istimewa)

WONOSOBO – Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Menurut WHO, sekitar 17,9 juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit kardiovaskular.

Di Indonesia, data Riskesdas 2018 mencatat prevalensi penyakit jantung mencapai 1,5 persen dari total populasi, dan tren ini terus meningkat, bahkan pada usia produktif.

Padahal, menjaga kesehatan jantung bisa dimulai sejak usia muda melalui kebiasaan sederhana sehari-hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Jaga Pola Makan : Kurangi Gula, Garam, dan Lemak Jenuh

Pola makan tinggi lemak jenuh, gula, dan garam merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Menurut rekomendasi Kementerian Kesehatan RI, konsumsi garam sebaiknya tidak lebih dari 5 gram per hari, gula maksimal 50 gram, dan lemak sekitar 67 gram per hari.

Makanan yang baik untuk kesehatan jantung diantaranya adalah sayuran hijau (bayam, brokoli, kale), ikan berlemak (salmon, tuna), kacang-kacangan dan biji-bijian, oat dan gandum utuh, minyak zaitun dan buah tinggi antioksidan (alpukat, beri).

2. Rutin Olahraga, Minimal 150 Menit per Minggu

Aktivitas fisik dapat meningkatkan fungsi jantung dan memperbaiki metabolisme tubuh. WHO merekomendasikan setidaknya 150 menit olahraga intensitas sedang setiap minggu, atau 30 menit sehari selama 5 hari.

Baca Juga:  Tanah Longsor di Majenang Cilacap : Dua Tewas, 21 Warga Masih Hilang

Jenis olahraga yang disarankan untuk kesehatan jantung adalah jalan cepat, bersepeda, berenang dan yoga dan latihan aerobik ringan.

Olahraga teratur juga terbukti dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol jahat (LDL), serta risiko obesitas yang menjadi semua faktor risiko penyakit jantung.

3. Hindari Merokok dan Alkohol

Merokok merusak pembuluh darah dan mempercepat penumpukan plak di arteri. Risiko penyakit jantung pada perokok aktif meningkat hingga 2-4 kali lipat dibandingkan non-perokok.

Alkohol berlebihan juga berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi dan gangguan irama jantung. Meski sebagian klaim menyebutkan konsumsi moderat bisa bermanfaat, namun risiko jangka panjang tetap harus diperhitungkan, terutama di usia muda.

4. Kelola Stres dan Cukup Tidur

Stres kronis bisa memicu tekanan darah tinggi dan peradangan yang memperburuk kesehatan jantung. Teknik seperti meditasi, pernapasan dalam, olahraga ringan, dan menjaga hubungan sosial yang sehat dapat membantu mengurangi stres.

Tidur cukup juga penting. Studi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari 6 jam per malam memiliki risiko penyakit jantung 20 persen lebih tinggi dibandingkan yang tidur cukup (7–9 jam).

Baca Juga:  Hadiri Rakornas TPAKD 2025, Wabup Dion Dorong Akses Keuangan UMKM Purworejo

5. Periksakan Kesehatan Secara Berkala

Meskipun tidak memiliki gejala, skrining kesehatan jantung penting dilakukan secara berkala, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

Pemeriksaan yang disarankan meliputi tekanan darah, kolesterol total dan LDL/HDL, gula darah puasa, indeks massa tubuh (BMI) dan elektrokardiogram (EKG) jika diperlukan.

Ahli kardiologi dari Universitas Indonesia, dr. Vito Damay, Sp.JP, menyatakan bahwa edukasi tentang gaya hidup sehat jantung seharusnya dimulai sejak remaja.

“Justru di usia muda kita membentuk fondasi kesehatan jantung. Kalau baru mulai peduli saat usia 40-an, itu sudah agak terlambat,” kata dr. Vito dalam seminar daring Hari Jantung Sedunia.

Menjaga kesehatan jantung sejak usia muda tidak memerlukan langkah besar. Justru, perubahan kecil yang konsiste seperti mengatur pola makan, rutin bergerak, menghindari rokok, dan tidur cukup dapat memberi dampak besar dalam jangka panjang.

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan
Kasad Sebut Lulusan Seskoad Angkatan Darat Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan
Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa
Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:23 WIB

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Senin, 22 Juni 2026 - 07:09 WIB

Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:57 WIB

Kasad Sebut Lulusan Seskoad Angkatan Darat Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:32 WIB

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Berita Terbaru

Sudaryono saat dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara Jakarta.

Nasional

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Rabu, 22 Jul 2026 - 21:23 WIB