Pergerakan Tanah di Lamuk Kembali Aktif, Jalan Penghubung Kaliwiro Nyaris Putus

- Penulis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BPBD bersama tim gabungan melakukan asessment jalan amblas akibat tanah bergerak di Lamuk Kaliwiro.

i

Petugas BPBD bersama tim gabungan melakukan asessment jalan amblas akibat tanah bergerak di Lamuk Kaliwiro.

WONOSOBO – Aktivitas pergerakan tanah Lamuk Wonosobo kembali meningkat sejak awal Oktober 2025. Dampaknya, jalan utama penghubung Kaliwiro–Lamuk di Dusun Reban, Desa Lamuk, Kecamatan Kaliwiro, amblas hampir separuh lebar jalan.

Kondisi ini membuat jalur vital antarwilayah di Wonosobo bagian selatan nyaris putus.Menurut Kepala Dusun Reban, pergerakan tanah Lamuk Wonosobo mulai terlihat setelah intensitas hujan meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga:  Kakek 75 Tahun Asal Kalibawang Dilaporkan Hilang Usai Pamit ke Rumah Anak

Jalur itu sebelumnya sudah diperbaiki pada November 2024 dengan melapisi pondasi bronjong dan timbunan pasir batu (sirtu), namun kerusakan kembali terjadi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tanah terus bergerak tiap hujan deras. Bronjong sudah jebol, permukaan jalan sekarang miring dan separuhnya amblas. Kalau curah hujan makin tinggi, kemungkinan jalan terputus total,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).

Baca Juga:  Prabowo dan Michael Bloomberg Gagas Kerja Sama Strategis untuk Penguatan SDM dan Konservasi Laut

Kerusakan di titik pergerakan tanah Lamuk Wonosobo ini menjadi perhatian serius, karena jalur yang terdampak merupakan satu-satunya akses bagi warga menuju pusat Kecamatan Kaliwiro.

Jalur tersebut rutin digunakan untuk aktivitas sekolah, distribusi hasil pertanian, dan kegiatan ekonomi. Hingga kini tidak tersedia rute alternatif yang dapat dilalui kendaraan roda empat.

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka
KRI Bima Suci Tiba di Singapura: Kapal Latih TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim
Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta: Polisi Tetapkan 13 Tersangka Termasuk Pengelola
Update Kasus Penganiayaan Anak di Banda Aceh: Enam Saksi Beri Keterangan

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:51 WIB

Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:16 WIB

Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:23 WIB

Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Kamis, 30 April 2026 - 10:43 WIB

Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan

Berita Terbaru