WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (Dispapikan) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memulai uji keunggulan varietas bawang daun Meland-1,. Kegiatan ini dilaksanakan di lahan riset milik Dispapikan Wonosobo sebagai langkah lanjutan dari riset bersama yang telah berjalan sejak 2024.
Uji keunggulan bawang daun Meland-1 menjadi bagian penting dari upaya daerah memperkuat kemandirian benih lokal, sekaligus meningkatkan daya saing sektor hortikultura di Jawa Tengah.
Koordinator tim riset BRIN, Dr. Retno Pengestuti, menjelaskan bahwa bawang daun varietas Meland-1 merupakan hasil karakterisasi dari varietas lokal Wonosobo yang telah didaftarkan ke Kementerian Pertanian RI pada akhir 2024.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebetulnya ada dua varietas yang kami daftarkan, yaitu Meland-1 dan BM-1. Namun, untuk tahap uji keunggulan kali ini baru varietas Meland-1 yang diagendakan,” ujar Retno.
Uji keunggulan dilakukan dengan menggunakan tiga varietas pembanding yang telah beredar di pasaran. Menurut Retno, saat ini belum banyak benih bawang daun yang memiliki izin pelepasan resmi dari Kementerian Pertanian.
“Kami berharap bawang daun Meland-1 nantinya bisa menjadi varietas yang mendapat izin pelepasan sekaligus izin edar. Hal ini akan membuka peluang pengembangan benih unggul dari Wonosobo,” tambahnya.
Kepala UPT Balai Benih Pertanian Sariaji Dispaperkan Wonosobo, Dwi Natali, mengungkapkan bahwa hingga kini sudah terdapat empat varietas lokal yang didaftarkan ke Kementerian Pertanian, dua varietas cabai dan dua varietas bawang daun, termasuk bawang daun Meland-1.
“Untuk tahun 2026, kami juga telah mengagendakan kegiatan karakterisasi dan pendaftaran varietas Cabai Garung dan Cabai Ngasinan,” kata Dwi.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian lokal melalui penguatan benih yang adaptif terhadap kondisi agroklimat Wonosobo.
Kepala Bidang Bina Program dan Penyuluhan Dispapikan Wonosobo, Umar Shoid, menyampaikan bahwa bawang daun Meland-1 telah mendapat respons positif dari para petani, khususnya di wilayah Kalikajar dan Watumalang.
“Selain dapat menekan biaya produksi, pengembangan benih bawang daun lokal ini juga membantu petani dalam mengatur pola tanam. Dengan demikian, risiko kerugian akibat fluktuasi harga maupun kelebihan produksi bisa ditekan,” ujar Umar.
Dari sisi produktivitas, bawang daun Meland-1 dinilai memiliki potensi hasil yang lebih stabil dibandingkan varietas yang saat ini beredar, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem di daerah dataran tinggi Wonosobo.
Melalui kegiatan uji keunggulan bawang daun Meland-1, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menegaskan komitmennya memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra hortikultura unggulan di Jawa Tengah.
Kemandirian benih menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan pertanian daerah, seiring meningkatnya kebutuhan akan benih unggul yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim dan dinamika pasar.
“Dengan riset dan inovasi seperti ini, Wonosobo diharapkan tidak hanya menjadi penghasil produk hortikultura, tetapi juga pusat inovasi benih lokal yang berdaya saing nasional,” tutup Umar.
Editor : A. Nandar
































Tinggalkan Balasan