5. Menghindari Kafein, Rokok, dan Alkohol Menjelang Tidur
Lembaga-lembaga kesehatan jantung menyarankan pembatasan kafein, nikotin, dan alkohol pada malam hari karena ketiganya dapat mengganggu pola tidur dan memicu kenaikan tekanan darah. Nikotin dan kafein bersifat stimulan, membuat detak jantung meningkat dan tubuh sulit memasuki fase tidur dalam.
Konsumsi alkohol memang bisa membuat cepat mengantuk, tetapi justru memecah struktur tidur dan meningkatkan risiko hipertensi jika digunakan berlebihan. Dalam jangka panjang, kombinasi tidur terganggu dan paparan zat-zat tersebut memperbesar risiko penyakit jantung.
6. Mengatur Pola Makan Malam
Panduan gaya hidup sehat untuk jantung menganjurkan pola makan seimbang, kaya buah, sayur, dan rendah lemak jenuh serta gula tambahan. Makan terlalu malam atau porsi besar menjelang tidur membuat tubuh sibuk mencerna sehingga mengganggu proses alami menuju tidur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebiasaan makan tidak teratur dan cenderung tinggi kalori pada malam hari juga berkaitan dengan peningkatan berat badan, tekanan darah, dan kadar gula, yang semuanya merupakan faktor risiko penyakit jantung. Mengatur makan malam 3–4 jam sebelum tidur dengan menu lebih ringan dapat membantu kualitas tidur sekaligus menurunkan beban metabolik jantung.
7. Menyempatkan Aktivitas Fisik Ringan
Rekomendasi kardiologi internasional menegaskan bahwa aktivitas fisik rutin adalah salah satu cara paling efektif menurunkan risiko penyakit jantung.
Meski olahraga utama sebaiknya dilakukan siang atau sore, peregangan ringan atau jalan santai pendek di awal malam dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur.
Aktivitas fisik yang teratur terbukti menurunkan tekanan darah dan memperbaiki profil lemak darah, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung dalam jangka panjang. Kuncinya adalah konsistensi, bukan intensitas berlebihan, terutama menjelang waktu tidur.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan