2. Menjaga Jam Tidur yang Konsisten
Bukan hanya lamanya tidur, tetapi juga keteraturan waktu tidur dan bangun yang berpengaruh pada jantung. Penelitian mengenai jadwal tidur menunjukkan bahwa variasi jam tidur yang terlalu besar dari hari ke hari berkaitan dengan risiko kardiovaskular yang lebih tinggi.
Dengan menjaga jam tidur dan bangun yang relatif sama setiap hari, ritme sirkadian tubuh menjadi lebih stabil, membantu mengatur tekanan darah, hormon, dan metabolisme.
Studi kecil tentang konsistensi jam tidur pada penderita hipertensi bahkan menemukan perbaikan tekanan darah malam hari setelah jadwal tidur dibuat lebih teratur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
3. Membuat Ritual ‘Wind Down’ Tenang
Banyak panduan kesehatan jantung merekomendasikan rutinitas relaksasi 20–30 menit sebelum tidur, seperti membaca buku, mandi air hangat, atau latihan pernapasan. Aktivitas ini mengirim sinyal ke otak bahwa waktu istirahat sudah dekat sehingga tubuh lebih mudah bertransisi ke fase tidur nyenyak.
Stres harian yang tidak dikelola dapat meningkatkan tekanan darah dan menjadi faktor risiko penting penyakit jantung. Mengintegrasikan teknik relaksasi sederhana di malam hari membantu menurunkan ketegangan mental dan fisik, yang pada akhirnya meringankan beban kerja jantung.
4. Membatasi Gadget dan Cahaya Biru
Paparan cahaya biru dari ponsel, tablet, atau laptop pada malam hari menghambat produksi melatonin, hormon yang mengatur rasa kantuk. Gangguan produksi melatonin dapat memundurkan jam biologis dan mengacaukan pola tidur yang berujung pada kualitas tidur buruk.
Kualitas tidur yang buruk, meski durasinya cukup, tetap dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Beberapa ulasan ilmiah menemukan bahwa keluhan insomnia dan tidur tidak nyenyak berhubungan dengan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular hingga belasan persen.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan