PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo mulai menyalurkan insentif bagi Guru Ngaji dan Pengajar Keagamaan Purworejo tahun 2025. Program ini merupakan bentuk apresiasi terhadap peran para pendidik agama yang menjadi pilar dalam membentuk masyarakat religius di bawah visi pembangunan daerah Purworejo Berseri.
Penyerahan insentif dilakukan secara simbolis oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti didampingi Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi pada kegiatan Sosialisasi Hibah Insentif Guru Ngaji dan Pengajar Keagamaan di Pendopo Kabupaten, belum lama ini.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Purworejo, Andang Nugera Hatara melaporkan bahwa jumlah penerima insentif Guru Ngaji Purworejo tahun 2025 mencapai 3.458 orang, terdiri dari 3.390 Guru Ngaji (Muslim) dan 68 Pengajar Keagamaan (Non-Muslim).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Besaran insentif tahun ini juga mengalami kenaikan signifikan dari Rp125.000 menjadi Rp175.000 per bulan, termasuk iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan sosial bagi para penerima manfaat.
“Selain untuk meningkatkan kesejahteraan, insentif ini juga menjadi bentuk perlindungan sosial agar para guru ngaji dan pengajar keagamaan bisa lebih tenang dan aman dalam menjalankan tugasnya,” ujar Andang.
Penyaluran insentif Guru Ngaji Purworejo dilakukan dalam tiga tahap di lima titik lokasi. Tahap pertama digelar di Pendopo Kabupaten Purworejo dan Gedung Serbaguna Desa Kaliboto, Bener, dengan total penerima 1.601 orang.
Tahap kedua dilaksanakan di Pendopo Wakil Bupati Kutoarjo dan Pendopo Kecamatan Kemiri dengan total 1.461 orang. Sementara tahap ketiga akan berlangsung di Pendopo Kecamatan Purwodadi, mencakup 396 penerima dari Kecamatan Purwodadi, Bagelen, dan Ngombol.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti menegaskan bahwa insentif Guru Ngaji Purworejo merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi muda melalui pendidikan agama. Menurutnya, keberadaan para guru ngaji dan pengajar keagamaan berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak dan berkarakter.
“Guru ngaji dan pengajar keagamaan merupakan pilar penting dalam membentuk karakter dan moral generasi penerus yang bertakwa. Pemerintah berupaya memberikan apresiasi yang layak, salah satunya melalui insentif ini,” ujar Yuli Hastuti.
Ia menambahkan, pendidikan keagamaan tidak hanya membentuk sisi spiritual masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai sosial, moral, dan gotong royong yang menjadi karakter khas masyarakat Purworejo.
“Kami berharap insentif yang diterima bisa bermanfaat dan menjadi penyemangat untuk terus mengajar dengan penuh keikhlasan,” pungkasnya.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
































Tinggalkan Balasan