Panen Raya Hari Santri 2025, LPPNU Purworejo Dorong Produktivitas Petani

- Penulis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NU Purworejo gelar panen raya padi di Desa Jogoresan, Kecamatan Purwodadi, Sabtu (18/10/2025)

i

NU Purworejo gelar panen raya padi di Desa Jogoresan, Kecamatan Purwodadi, Sabtu (18/10/2025)

PURWOREJO – Momentum Hari Santri 2025 di Kabupaten Purworejo dirayakan dengan cara berbeda. Tak hanya kegiatan keagamaan, kali ini Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Purworejo mengajak para santri dan petani untuk turun ke sawah dalam kegiatan panen raya padi di Desa Jogoresan, Kecamatan Purwodadi, Sabtu (18/10/2025).

Acara panen raya yang penuh semangat ini dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Ketua PCNU Purworejo KH Muhammad Haekal, Wakil Rais Syuriyah KH Muadzin Wahid, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Kepala Dinas PUPR H. Suranto, serta Pj Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Purworejo Wiyoto Harjono.

Selain itu, hadir pula Forkopimcam Purwodadi, kepala desa setempat, dan tokoh-tokoh masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua PCNU Purworejo, KH Muhammad Haekal menyampaikan, bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari peringatan Hari Santri 2025. Sebab, menurutnya, mayoritas warga Nahdlatul Ulama di tingkat akar rumput adalah petani yang memiliki peran besar dalam menjaga kemandirian pangan nasional.

“PCNU ingin menyapa para petani NU, karena mereka adalah bagian dari kekuatan umat. Melalui LPPNU, kami berharap pertanian jadi ruang sinergi antara santri dan masyarakat,” ujar KH Haekal.

Baca Juga:  Kecelakaan Adu Banteng Tronton VS Minibus di Purworejo, Dua Korban Meninggal Dunia

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan Hari Santri tahun ini telah mencakup beberapa agenda seperti sarasehan kesehatan dan penyuluhan hukum untuk santri. Puncak kegiatan akan digelar pada 26 Oktober dengan Jalan Sehat Santri berhadiah paket umrah dari KBIH NU Purworejo.

Selain menghadirkan panen raya, LPPNU Purworejo juga berupaya mengedukasi generasi muda agar lebih tertarik menekuni bidang pertanian. Melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang berkelanjutan, organisasi ini berharap ada regenerasi petani NU di masa depan.

“Pertanian adalah bagian dari jihad kemandirian pangan. Kami ingin anak-anak muda NU juga terlibat,” tutur KH Haekal menegaskan.

Ketua LPPNU Purworejo, Makhrus menjelaskan, bahwa kegiatan panen raya berlangsung di hamparan lahan seluas 136 hektare, dengan 27 hektare menjadi lokasi utama panen. Lahan tersebut merupakan bagian dari Masa Tanam III (MT III) yang dikembangkan dengan dukungan program Irigasi Perpompaan (Irpom) oleh jajaran TNI setempat.

Baca Juga:  Lewat 'Polantas Menyapa', Polres Purworejo Awasi Distribusi Makan Bergizi Gratis

Menurut hasil ubinan bersama Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Purwodadi, produktivitas meningkat hingga 6,4 kuintal per hektare setelah penggunaan pupuk Komsah oleh petani. Hasil ini dianggap menggembirakan karena menunjukkan bukti konkret peningkatan hasil pertanian di wilayah Purworejo.

“Kami berharap ini menjadi semangat baru. Padi bukan sekadar komoditas, tapi simbol kerja keras para petani NU,” kata Makhrus.

Wakil Bupati Dion Agasi Setiabudi dalam kesempatan sama menilai bahwa LPPNU Purworejo telah memberi contoh praktik baik dalam memberdayakan petani. Menurutnya, panen raya tidak hanya menjadi simbol keberhasilan pertanian, tetapi juga bentuk kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan organisasi keagamaan.

“Kontribusi NU dalam sektor pertanian patut diapresiasi. Ini selaras dengan upaya pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian berbasis desa,” jelas Dion.

Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menunjukkan, sektor pertanian masih menyumbang sekitar 20,4 persen terhadap PDRB Kabupaten Purworejo pada tahun 2024. Upaya yang dilakukan NU melalui lembaga-lembaganya turut memperkuat ketahanan pangan daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap komoditas impor.

Penulis : A.L. Khakim

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa
Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka
KRI Bima Suci Tiba di Singapura: Kapal Latih TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim
Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta: Polisi Tetapkan 13 Tersangka Termasuk Pengelola

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:32 WIB

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:16 WIB

Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:23 WIB

Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:22 WIB

KRI Bima Suci Tiba di Singapura: Kapal Latih TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim

Berita Terbaru