Tiga proyek tersebut meliputi pengadaan fasilitas kanopi, renovasi kantin, serta pekerjaan pengecatan gedung.
Seluruh paket pengerjaan proyek kampus tersebut ditangani langsung oleh perusahaan milik MYN.
Pencairan dana pembayaran proyek lantas dialihkan kepada pihak swasta peminjam uang secara bertahap.
Taufik menegaskan tindakan pemerasan muncul karena adanya relasi kuasa pimpinan dalam sistem penerimaan.
“Sistem penerimaan ini kan ada yang punya kewenangan, ada yang mengotorisasi, dan tadi kan ada sistem untuk memberikan persetujuan atau klik. Ketika klik itu dipegang oleh suatu otoritas yang punya kewenangan penuh, ini kan bisa muncul abuse of power,” ujarnya.
Ia menambahkan posisi orang tua calon mahasiswa sangat lemah di hadapan otoritas penerimaan mahasiswa baru.
“Pihak orang tua itu tidak terlalu ada upaya yang begitu kuat untuk bisa selevel dengan kewenangan dari yang punya otoritas terkait dengan sistem penerimaan mahasiswa baru yang otoritasnya hanya dimiliki oleh Rektor,” katanya.
Penulis : A. Nandar
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya
















Tinggalkan Balasan