Di sisi lain, manajemen Day Care Baby Preneur sudah menyampaikan permohonan maaf secara resmi melalui akun Instagram mereka. Mereka menyatakan telah memberhentikan oknum pengasuh tersebut secara tidak hormat karena melanggar aturan berat.
Pihak yayasan juga mengaku siap mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan di kantor kepolisian. Mereka menyesali adanya peristiwa penganiayaan anak di Banda Aceh yang mencoreng nama baik lembaga pendidikan mereka.
Selanjutnya, penyidik akan memberikan penjelasan lanjutan setelah semua data dan keterangan terkumpul secara lengkap. Kondisi balita yang menjadi korban kini terus mendapatkan pantauan dari pihak keluarga dan tenaga medis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap pihak terkait. Serahkan sepenuhnya penanganan kasus penganiayaan anak di Banda Aceh ini kepada aparat penegak hukum yang berwenang.
Dengan demikian, pengawasan terhadap tempat penitipan anak harus semakin diperketat guna mencegah kejadian serupa di masa depan. Keselamatan dan perlindungan anak harus menjadi prioritas utama bagi setiap lembaga penyedia jasa penitipan.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: ANTARA
Halaman : 1 2
















Tinggalkan Balasan