Listrik Padam dan Air Belum Surut, Warga Langkat dan Aceh Tamiang Bertahan di Tengah Banjir

- Penulis

Rabu, 10 Desember 2025 - 19:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia (SKPI) bersama komunitas Jakarta Connection menyalurkan bantuan logistik pada Senin (8/12)

i

Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia (SKPI) bersama komunitas Jakarta Connection menyalurkan bantuan logistik pada Senin (8/12)

SUMATRA – Sudah lebih dari dua pekan banjir besar merendam sebagian wilayah Langkat, Sumatera Utara, dan Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Hingga awal pekan ini, genangan air di sejumlah desa belum juga surut. Listrik padam, akses jalan rusak, dan ribuan warga masih bertahan di pengungsian dengan kondisi serba terbatas.

Di sepanjang jalan antara Besitang dan Kuala Simpang, tampak warga, termasuk anak-anak, berdiri di tepi jalan menantikan bantuan. Bau lumpur bercampur sisa material bangunan yang ambruk memperlihatkan betapa hebat dampak bencana ini.

Baca Juga:  BNPB Awasi Dampak Erupsi Gunung Semeru, 300 Warga Mengungsi

Sejumlah lembaga dan komunitas telah turun langsung menyalurkan bantuan, termasuk SKPI dan Jakarta Connection. Namun, menurut laporan tim relawan, situasi di lapangan masih jauh dari normal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Banyak desa belum tersentuh bantuan karena terisolasi oleh rusaknya jembatan dan padamnya listrik. Warga bertahan dengan logistik seadanya,” kata Faisal Andri Mahrawa, pendiri SKPI.

Hal senada disampaikan Muhammad Iqbal dari Jakarta Connection. Ia menyebut penyaluran bantuan di Aceh Tamiang mengalami kendala karena akses dari Banda Aceh terputus.

Baca Juga:  Ketua PW IPNU Jateng Kecam Tayangan Trans7, Serukan Protes Santun

“Wilayah ini lebih mudah dijangkau dari Sumatera Utara, tapi tetap sulit karena beberapa ruas jalan terendam. Kondisinya sangat menyesakkan hati,” ujarnya.

Warga berharap bantuan terus mengalir, terutama kebutuhan dasar seperti air bersih, makanan siap saji, serta perlengkapan bayi dan lansia. Meski banjir mulai berangsur surut di beberapa titik, sebagian besar pengungsi masih belum bisa kembali ke rumah karena kondisi sanitasi dan lingkungan yang belum aman.

Penulis : A.L. Khakim

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa
Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka
KRI Bima Suci Tiba di Singapura: Kapal Latih TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim
Fakta Baru Kekerasan Daycare Yogyakarta: Pengasuh Sebut Ada Perintah Atasan
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta: Polisi Tetapkan 13 Tersangka Termasuk Pengelola

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:32 WIB

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:16 WIB

Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:23 WIB

Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:22 WIB

KRI Bima Suci Tiba di Singapura: Kapal Latih TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim

Berita Terbaru