Wamenkeu Suahasil : Pengelolaan SDA Optimal Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hingga 8 Persen

- Penulis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

i

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

JAKARTA – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pengelolaan sumber daya alam (SDA) secara optimal berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen. Hal ini disampaikan dalam program Nusantara Economic Update yang disiarkan Nusantara TV belum lama ini.

Menurut Suahasil, kekayaan SDA yang melimpah merupakan modal besar jika dikombinasikan dengan kebijakan hilirisasi dan peningkatan produktivitas sektor manufaktur.

“Yang penting kita kelola sumber daya alam ini, bukan sekadar mendata. Kalau bisa dikelola dan dilakukan hilirisasi, maka kita bisa menciptakan nilai tambah yang jauh lebih tinggi,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suahasil menyebut hilirisasi SDA harus selaras dengan pembangunan infrastruktur dan peningkatan mutu sumber daya manusia. Tanpa kedua faktor tersebut, target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi sulit dicapai.

“Ketika hilirisasi berjalan dan sektor manufaktur berkembang, efek pengganda terhadap lapangan kerja dan konsumsi domestik akan meningkat signifikan. Itu sebabnya, investasi menjadi elemen strategis dalam transisi ekonomi nasional,” kata Suahasil.

Baca Juga:  Kontingen Indonesia Tampil Percaya Diri di Pembukaan Asean School Games 2025 Brunei

Pemerintah, lanjutnya, terus menciptakan iklim investasi kondusif agar pengelolaan SDA berjalan optimal dan tenaga kerja nasional mendapat peningkatan keahlian. Langkah ini diharapkan mendorong produktivitas dan efisiensi ekonomi di berbagai sektor, dari energi hingga industri pengolahan.

Selain isu domestik, Suahasil juga menyoroti tantangan eksternal yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia, seperti fluktuasi harga komoditas global, ketegangan geopolitik, serta volatilitas nilai tukar. Karena itu, pemerintah menyiapkan desain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang lebih adaptif.

“APBN selalu kita desain sebagai alat mencapai tujuan, dan sebagai alat, dia harus fleksibel. Karena perekonomian Indonesia menghadapi berbagai guncangan, baik dari luar maupun dalam negeri,” tegas Suahasil.

Sebagai contoh kebijakan fiskal, pemerintah terus mengalokasikan subsidi energi dan kompensasi harga untuk menjaga daya beli masyarakat. Dengan total belanja mencapai Rp3.500 triliun atau sekitar 14 persen dari PDB, APBN diharapkan tetap menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi dan perlindungan sosial masyarakat.

Baca Juga:  HUT ke-61 Partai Golkar, Yuli Hastuti Tekankan Semangat Pengabdian dan Kaderisasi di Purworejo

Suahasil menambahkan, koordinasi lintas lembaga juga menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah bersama Bank Indonesia dan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus memperkuat kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter.

“Kolaborasi antara pemerintah dan Bank Indonesia sangat menentukan dalam menjaga momentum pertumbuhan. Sinergi ini akan terus kami kalibrasi untuk merespons tekanan global dan memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berkelanjutan,” ujar Suahasil.

Mengelola sumber daya alam Indonesia secara produktif, memperluas hilirisasi, dan menyiapkan struktur ekonomi yang tangguh menjadi strategi utama pemerintah dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi Indonesia 8 persen.

Pemerintah berharap peran sektor industri, investasi hijau, serta efisiensi anggaran publik dapat menjadi fondasi jangka panjang menuju pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: Kemenkeu RI

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan
Kasad Sebut Lulusan Seskoad Angkatan Darat Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan
Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa
Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar
Kemendikdasmen Beri Kepastian Nasib Guru Non-ASN hingga 2026
Cegah Pola Berulang Kasus Pencabulan Santriwati Pati, Satgas Khusus Pesantren Mendesak Dibentuk
Kasus Pencabulan Santriwati Pati: Polresta Pati Periksa Pengasuh Ponpes yang Jadi Tersangka

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:23 WIB

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Senin, 22 Juni 2026 - 07:09 WIB

Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:57 WIB

Kasad Sebut Lulusan Seskoad Angkatan Darat Harus Siap Hadapi Tantangan Masa Depan

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:32 WIB

Perkuat Sinergi Informasi TNI AD, Dispenad Gelar Silaturahmi Hangat Bersama Awak Media Massa

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:37 WIB

Viral Kesalahan Juri, MPR Minta Maaf Atas Insiden Penilaian LCC Empat Pilar 2026 Kalbar

Berita Terbaru

Sudaryono saat dilantik sebagai Kepala BGN di Istana Negara Jakarta.

Nasional

Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Rabu, 22 Jul 2026 - 21:23 WIB