2 Nov 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

2 Nov 2026

Wamenkeu Suahasil : Pengelolaan SDA Optimal Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hingga 8 Persen

- Penulis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

i

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

JAKARTA – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pengelolaan sumber daya alam (SDA) secara optimal berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen. Hal ini disampaikan dalam program Nusantara Economic Update yang disiarkan Nusantara TV belum lama ini.

Menurut Suahasil, kekayaan SDA yang melimpah merupakan modal besar jika dikombinasikan dengan kebijakan hilirisasi dan peningkatan produktivitas sektor manufaktur.

“Yang penting kita kelola sumber daya alam ini, bukan sekadar mendata. Kalau bisa dikelola dan dilakukan hilirisasi, maka kita bisa menciptakan nilai tambah yang jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Suahasil menyebut hilirisasi SDA harus selaras dengan pembangunan infrastruktur dan peningkatan mutu sumber daya manusia. Tanpa kedua faktor tersebut, target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi sulit dicapai.

“Ketika hilirisasi berjalan dan sektor manufaktur berkembang, efek pengganda terhadap lapangan kerja dan konsumsi domestik akan meningkat signifikan. Itu sebabnya, investasi menjadi elemen strategis dalam transisi ekonomi nasional,” kata Suahasil.

Baca Juga:  Kontingen Indonesia Tampil Percaya Diri di Pembukaan Asean School Games 2025 Brunei

Pemerintah, lanjutnya, terus menciptakan iklim investasi kondusif agar pengelolaan SDA berjalan optimal dan tenaga kerja nasional mendapat peningkatan keahlian. Langkah ini diharapkan mendorong produktivitas dan efisiensi ekonomi di berbagai sektor, dari energi hingga industri pengolahan.

Selain isu domestik, Suahasil juga menyoroti tantangan eksternal yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia, seperti fluktuasi harga komoditas global, ketegangan geopolitik, serta volatilitas nilai tukar. Karena itu, pemerintah menyiapkan desain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang lebih adaptif.

“APBN selalu kita desain sebagai alat mencapai tujuan, dan sebagai alat, dia harus fleksibel. Karena perekonomian Indonesia menghadapi berbagai guncangan, baik dari luar maupun dalam negeri,” tegas Suahasil.

Sebagai contoh kebijakan fiskal, pemerintah terus mengalokasikan subsidi energi dan kompensasi harga untuk menjaga daya beli masyarakat. Dengan total belanja mencapai Rp3.500 triliun atau sekitar 14 persen dari PDB, APBN diharapkan tetap menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi dan perlindungan sosial masyarakat.

Baca Juga:  HUT ke-61 Partai Golkar, Yuli Hastuti Tekankan Semangat Pengabdian dan Kaderisasi di Purworejo

Suahasil menambahkan, koordinasi lintas lembaga juga menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah bersama Bank Indonesia dan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus memperkuat kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter.

“Kolaborasi antara pemerintah dan Bank Indonesia sangat menentukan dalam menjaga momentum pertumbuhan. Sinergi ini akan terus kami kalibrasi untuk merespons tekanan global dan memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berkelanjutan,” ujar Suahasil.

Mengelola sumber daya alam Indonesia secara produktif, memperluas hilirisasi, dan menyiapkan struktur ekonomi yang tangguh menjadi strategi utama pemerintah dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi Indonesia 8 persen.

Pemerintah berharap peran sektor industri, investasi hijau, serta efisiensi anggaran publik dapat menjadi fondasi jangka panjang menuju pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: Kemenkeu RI

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cari Layanan Imigrasi di Luar Kantor Kini Lebih Mudah, Seluruhnya Bernama Beranda Imigrasi
Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Makin Mudah, Petani Sambut Positif Penurunan Harga
KPK Duga Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Terjadi Sejak 2022
PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun, Lampaui Target 2026
Penanganan Karhutla, Pemerintah Fokus Padamkan 639 Hektare Lahan
Warga Lampung Selatan Hilang Saat Memancing di Kolam Bekas Galian Pasir, Ditemukan Meninggal Dunia
Purbaya Yudhi Sadewa Mendadak Dicopot, Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara Jadi Menkeu
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Cari Layanan Imigrasi di Luar Kantor Kini Lebih Mudah, Seluruhnya Bernama Beranda Imigrasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Makin Mudah, Petani Sambut Positif Penurunan Harga

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:04 WIB

KPK Duga Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Terjadi Sejak 2022

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:39 WIB

PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun, Lampaui Target 2026

Jumat, 25 September 2026 - 21:47 WIB

Warga Lampung Selatan Hilang Saat Memancing di Kolam Bekas Galian Pasir, Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Nasional

KPK Duga Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Terjadi Sejak 2022

Kamis, 15 Okt 2026 - 10:04 WIB

Nasional

PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun, Lampaui Target 2026

Rabu, 14 Okt 2026 - 17:39 WIB