SURAKARTA – Ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 tingkat Provinsi Jawa Tengah resmi berakhir pada Rabu (16/10/2025) di Graha Saba, Surakarta.
Festival tahunan yang digelar oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah ini menjadi wadah bagi pelajar se-Jawa Tengah untuk menampilkan kemampuan berbahasa dan berkarya sastra dalam bahasa daerah.
Dalam gelaran FTBI 2025 tersebut, kabar membanggakan datang dari Kabupaten Wonosobo. Rangga Prisma Dewana, siswa SMP Negeri 1 Wonosobo, berhasil meraih Juara 1 kategori Menulis Cerpen Bahasa Jawa, mengungguli puluhan peserta lain dari berbagai kabupaten dan kota.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prestasi Rangga Prisma Dewana di FTBI 2025 merupakan hasil proses panjang dan seleksi berjenjang. Sebelumnya, siswa kelahiran 28 Juli 2010 ini telah menjuarai lomba tingkat kabupaten, yang kemudian membawanya mewakili Wonosobo di tingkat provinsi.
Dalam lomba FTBI 2025, Rangga bersaing dengan peserta dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Karyanya dinilai unggul karena memadukan kepekaan sosial dengan kemahiran berbahasa.
Cerpen yang ia tulis menggunakan bahasa Jawa krama dan ngoko secara seimbang, serta mengangkat tema kehidupan remaja masa kini yang relevan dengan dinamika budaya daerah.
“Karya Rangga menunjukkan bahwa generasi muda mampu menjadikan Bahasa Jawa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana berkarya sastra dengan nilai estetika tinggi,” ujar salah satu anggota dewan juri FTBI 2025.
Keberhasilan Rangga di FTBI 2025 tak lepas dari dukungan keluarga dan sekolah. Putra pasangan Prijo Sasongko dan Salamah ini dikenal tekun dan aktif dalam kegiatan sastra di sekolah.
Pihak SMP Negeri 1 Wonosobo memberikan bimbingan intensif dalam proses persiapan lomba. Kepala sekolah menyampaikan rasa bangganya atas capaian siswa mereka.
“Kami sangat bangga dengan Rangga. Prestasi di FTBI 2025 ini membuktikan bahwa pelajar Wonosobo mampu bersaing di tingkat provinsi dengan karya berbasis bahasa daerah. Kami berharap ini menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk mencintai bahasa dan budaya sendiri,” ujar perwakilan sekolah.
Program FTBI 2025 yang digagas oleh Balai Bahasa Jawa Tengah merupakan bagian dari gerakan nasional pelindungan bahasa dan sastra daerah. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu, sekaligus melatih kemampuan literasi dalam konteks budaya lokal.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, ratusan peserta dari berbagai jenjang sekolah mengikuti kompetisi menulis, membaca puisi, pidato, dan menulis cerpen dalam bahasa daerah. FTBI 2025 juga menjadi ajang strategis untuk mengidentifikasi talenta muda dalam bidang kebahasaan dan kesastraan di Jawa Tengah.
Editor : A. Nandar
















kami sebagai orang tua bangga dan bersyukur atas prestasi anak kami. kepada pemerintah kabupaten wonosobo terima kasih yang setinggi-tingginya. kami berharap pemkab wonosobo untuk dapat terus mendukung. kiranya bapak bupati wonosobo berkenan berjabat tangan memberikan apresiasi ucapan selamat kepada rangga prisma dewana siswa smpn 1 wonosobo atas prestasinya yang bisa membawa nama baik kabupaten wonosobo di tingkat propinsi. harapan kami bisa menjadi motifasi berprestasi ketingkat yang lebih tinggi dan menjadi motifasi juga bagi siswa- siswi lain di kabupaten wonosobo untuk terus berkembang menjadi generasi yang berprestasi dan berkontribusi bagi kemajuan kabupaten wonosobo. terima kasih
kami sebagai orang tua bangga dan bersyukur atas prestasi anak kami. kepada pemerintah kabupaten wonosobo terima kasih yang setinggi-tingginya. kami berharap pemkab wonosobo untuk dapat terus mendukung. kiranya bapak bupati wonosobo berkenan berjabat tangan memberikan apresiasi ucapan selamat kepada rangga prisma dewana siswa smpn 1 wonosobo atas prestasinya yang bisa membawa nama baik kabupaten wonosobo di tingkat propinsi. harapan kami bisa menjadi motifasi berprestasi ketingkat yang lebih tinggi dan menjadi motifasi juga bagi siswa- siswi lain di kabupaten wonosobo untuk terus berkembang menjadi generasi yang berprestasi dan berkontribusi bagi kemajuan kabupaten wonosobo. terima kasih.