PURWOREJO – RSUD RAA Cokronegoro mengadakan pelatihan pemulasaran jenazah Purworejo yang diikuti sekitar 30 peserta terdiri dari takmir masjid dan petugas desa di Kabupaten Purworejo.
Pelatihan yang menggabungkan aspek syariah Islam dan kesehatan ini digelar sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif rumah sakit terhadap kesehatan masyarakat.
Direktur RSUD RAA Cokronegoro, dr. Dony Prihartanto, menyampaikan bahwa materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari dua bidang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari sisi syariah kami mengundang Zulfah Qirom dari Kementerian Agama Kabupaten Purworejo. Sementara materi kesehatan diberikan oleh Kepala Instalasi Pemulasaran Jenazah RSUD, Budi Nuraningsih dan Wahyu Handoko,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).
Tujuan utama pelatihan pemulasaran jenazah Purworejo ini adalah memberikan edukasi agar masyarakat memahami tata cara pemulasaran jenazah yang benar, tidak hanya dari aspek agama namun juga dengan penerapan teknik pencegahan infeksi bagi jenazah yang terindikasi penyakit menular.
Menurut Budi Nuraningsih, materi teknis mencakup prosedur pemulasaran jenazah bagi yang mengidap penyakit menular seperti hepatitis, diabetes, dan HIV.
“Pengetahuan ini penting untuk mencegah penularan penyakit saat proses pemulasaran,” jelasnya.
Peserta pelatihan, Nazmudin dari Desa Limbangan Kecamatan Bener, mengaku mendapatkan wawasan baru.
“Pelatihan ini bagus untuk menyatukan persepsi kami terutama dalam aspek kesehatan jenazah infeksius. Selama ini kami hanya tahu penanganan jenazah secara umum saja,” ujarnya.
RSUD RAA Cokronegoro menegaskan bahwa melalui pelatihan pemulasaran jenazah Purworejo ini, diharapkan hubungan antara masyarakat dan rumah sakit semakin erat serta dapat mendukung upaya pencegahan kesehatan yang lebih luas.
Penulis : A.L. Khakim
Editor : A. Nandar
































Tinggalkan Balasan