Hal ini sejalan dengan keyakinan Hindu kuno bahwa tempat yang tinggi dan diselimuti kabut dianggap sebagai perbatasan antara dunia manusia dan dunia para dewa.
Salah satu bukti nyata dari kesakralan kawasan ini adalah keberadaan Kompleks Candi Arjuna. Diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi oleh Dinasti Sanjaya, kompleks ini merupakan candi Hindu tertua di Pulau Jawa.
Candi-candi tersebut didedikasikan untuk pemujaan terhadap Dewa Siwa dan menunjukkan betapa pentingnya peran Dieng dalam perkembangan awal peradaban Hindu di Jawa. Bentuk arsitekturnya yang sederhana namun megah menggambarkan perpaduan antara kesederhanaan spiritual dan kekuatan alam yang mengitarinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak heran jika banyak arkeolog dan sejarawan menyebut Dieng sebagai ‘rahim peradaban Jawa kuno’.
Selain nilai sejarah dan spiritual, masyarakat lokal percaya bahwa Dieng masih menyimpan energi mistis. Suhu yang ekstrem, kadang mencapai titik beku hingga muncul embun es. Selain itu, lanskap alam yang berkabut semakin memperkuat nuansa magis kawasan ini.
Beberapa cerita rakyat juga menambah daya tariknya, seperti legenda Anak Gimbal, yakni anak-anak yang rambutnya gimbal secara alami dan dipercaya membawa keberkahan.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya
































Tinggalkan Balasan