12 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

12 Sep 2026

Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tidak Naik Baik Subsidi Maupun Non-Subsidi

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 23:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, DiengPost.com – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan komitmen pemerintah bahwa harga BBM tidak naik bagi seluruh lapisan masyarakat. Keputusan strategis ini mencakup kategori bahan bakar minyak bersubsidi maupun non-subsidi di seluruh wilayah Indonesia.

Pernyataan resmi ini muncul sebagai bentuk respons cepat terhadap isu yang berkembang di tengah publik baru-baru ini. Selain itu, langkah tersebut diambil berdasarkan hasil koordinasi intensif bersama Kementerian ESDM serta pihak PT Pertamina.

Oleh karena itu, kebijakan harga BBM tidak naik menjadi bukti nyata bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat mengedepankan kepentingan rakyat. Maka dari itu, stabilitas ekonomi nasional tetap menjadi prioritas utama pemerintah dalam setiap pengambilan keputusan penting.

Baca Juga:  Awali 2026, Presiden Prabowo Beri Penugasan Khusus untuk Kabinet Merah Putih

Sebab, kenaikan harga komoditas energi akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat luas di berbagai sektor ekonomi. Namun, pemerintah telah melakukan perhitungan matang agar ketahanan energi nasional tetap terjaga dengan sangat baik.

“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan,” ujar Prasetyo Hadi di Jakarta.

Baca Juga:  Wonosobo Pertahankan Predikat Kabupaten Informatif, Capai Nilai 99 dalam Monev Keterbukaan Informasi Publik

Jaminan Ketersediaan Stok dan Imbauan Agar Warga Tenang

Pemerintah turut menjamin bahwa pasokan energi nasional berada dalam kondisi yang sangat aman serta tersedia cukup melimpah. Selanjutnya, kepastian harga BBM tidak naik diharapkan mampu meredam kekhawatiran masyarakat yang sempat merasa resah sebelumnya.

Maka, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aksi borong atau panic buying yang justru dapat merugikan ketertiban umum. Oleh sebab itu, informasi akurat ini disebarluaskan guna memberikan kejelasan bagi para pelaku usaha dan konsumen ritel.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: ANTARA

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama
JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35
Katib Syuriyah PBNU Ajak Peserta Muktamar Jombang Jaga Kemandirian Organisasi
Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla
KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK
Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalimantan
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:55 WIB

JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:53 WIB

KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK

Berita Terbaru