Prabowo Tegaskan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kriminal Serius

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto

i

Presiden RI Prabowo Subianto

JAKARTA, DiengPost.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan tegas terkait kasus penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus. Beliau menilai tindakan tersebut sebagai aksi kriminal serius yang tergolong tindakan terorisme di Indonesia.

Pernyataan ini muncul dalam sesi tanya jawab bersama jurnalis di Jakarta pada Kamis (26/3/2026). Selain itu, Presiden menekankan bahwa perbuatan tersebut sangat biadab dan mencederai nilai kemanusiaan bangsa kita.

Oleh karena itu, beliau menginstruksikan aparat penegak hukum untuk segera mengejar pelaku hingga tuntas. Maka dari itu, proses hukum harus berjalan secara transparan agar keadilan bagi korban dapat segera terwujud.

Sebab, negara memiliki kewajiban penuh untuk melindungi setiap warga negara dari segala bentuk kekerasan fisik. Namun, fokus utama penyelidikan tidak boleh hanya berhenti pada pelaku yang berada di lapangan saja.

“Ini adalah terorisme. Ini tindakan biadab. Harus kita kejar. Harus kita usut. Harus kita usut!,” ujar Presiden Prabowo dengan nada bicara yang sangat tegas.

Baca Juga:  Indonesia Dorong ASEAN Ambil Langkah Nyata Atasi Krisis Myanmar dalam KTT ASEAN 2025

Jaminan Hukum Tanpa Impunitas Bagi Aktor Intelektual

Presiden meminta pihak kepolisian dan instansi terkait untuk mengungkap siapa aktor intelektual di balik peristiwa ini. Selanjutnya, beliau menegaskan bahwa pencarian dalang utama merupakan kunci utama dalam menyelesaikan kasus penyiraman air keras aktivis.

Maka, identitas penyuruh dan pihak yang mendanai aksi keji ini wajib dibuka secara terang benderang ke publik. Oleh sebab itu, Prabowo menjamin bahwa pemerintah tidak akan menoleransi sedikit pun praktik kekerasan terhadap aktivis.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: ANTARA

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gelar Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah, Pemerintah Tetapkan Lebaran Jatuh pada Sabtu 21 Maret
Prediksi PWNU Aceh: Penetapan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Hari Sabtu
Soroti Kualitas Menu, Vita Ervina Minta BGN Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
Insiden Selat Hormuz, Vita Ervina Desak Perlindungan PMI di Zona Perang
KPK Amankan 27 Orang dalam OTT Bupati Cilacap
KPK OTT Bupati Cilacap, Berikut Jejak Karir Syamsul Auliya Rachman
Lagi, KPK Lakukan OTT Bupati Cilacap di Tengah Bulan Ramadhan
Muhammadiyah dan Pemerintah Berpotensi Beda Hari dalam Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 23:18 WIB

Prabowo Tegaskan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kriminal Serius

Kamis, 19 Maret 2026 - 23:21 WIB

Gelar Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah, Pemerintah Tetapkan Lebaran Jatuh pada Sabtu 21 Maret

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:32 WIB

Prediksi PWNU Aceh: Penetapan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Hari Sabtu

Senin, 16 Maret 2026 - 23:53 WIB

Soroti Kualitas Menu, Vita Ervina Minta BGN Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:22 WIB

Insiden Selat Hormuz, Vita Ervina Desak Perlindungan PMI di Zona Perang

Berita Terbaru