“Marrystone Culture Carnival (MCC) ke-8 menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus berlangsung di panggung-panggung besar. Desa dengan segala kreativitas masyarakatnya justru menjadi ruang paling hidup bagi tumbuhnya kebudayaan,” ungkap Edi Santoso.
Di tengah pesatnya perubahan gaya hidup dan arus digitalisasi, tradisi tahunan seperti MCC berfungsi efektif sebagai benteng sosial. Ajang ini menjadi jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan akar budaya lokal secara alami, tanpa berkesan kaku atau formalitas belaka.
Pada akhirnya, Marrystone Culture Carnival bukan lagi sekadar acara seremonial peringatan HUT Kemerdekaan RI. Kegiatan ini telah menjadi cermin tentang bagaimana sebuah masyarakat desa di Wonosobo merawat kerukunan, menggerakkan potensi lokal, dan merayakan kemerdekaan melalui karya bersama.
Penulis : A. Nandar
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2
















Tinggalkan Balasan