12 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

12 Sep 2026

Wamenkeu Suahasil : Utang Negara Indonesia 2025 Masih Aman dan Dikelola Secara Produktif

- Penulis

Minggu, 26 Oktober 2025 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara.

i

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara.

JAKARTA – Utang negara Indonesia 2025 dinilai masih dalam batas aman dan terkendali. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan bahwa utang merupakan instrumen penting pembiayaan anggaran, terutama ketika belanja negara lebih besar dari pendapatan.

Menurut Suahasil, defisit anggaran negara bukan cerminan kondisi fiskal yang lemah selama pengelolaan utang dilakukan secara hati-hati, produktif, dan berkelanjutan.

“Mengapa ada defisit? Karena belanja lebih besar dari pendapatan. Tapi itu aman atau tidak? Aman, selama utangnya dikelola dengan rapi, produktif, dan sustainable, serta mampu menjaga kepercayaan investor,” ujar Suahasil.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini berada di kisaran 39–40%, jauh di bawah ambang batas 60% yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Dengan posisi rasio tersebut, utang negara Indonesia 2025 masih tergolong aman dan belum menjadi risiko terhadap stabilitas fiskal nasional. Pemerintah memastikan seluruh kebijakan utang dilakukan dengan prinsip kredibilitas fiskal dan transparansi pasar keuangan.

Baca Juga:  Suzuki Carry Masuk Perkebunan di Kertek, Diduga Sopir Ngantuk Saat Melintas

“Ruang itu ada, tapi bukan berarti kemudian kita akan memaksimalkan sampai batasnya. Pengelolaan utang dilakukan sangat hati-hati oleh negara,” tegas Suahasil.

Yield SBN Turun, Kepercayaan Investor MeningkatWamenkeu Suahasil menyebut salah satu indikator positif dalam pengelolaan utang negara Indonesia 2025 adalah tren penurunan yield Surat Berharga Negara (SBN).

Yield SBN seri benchmark 10 tahun bahkan sempat menyentuh level di bawah 6%, yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas fiskal pemerintah terus menguat.

Penurunan yield ini juga menandakan risiko persepsi terhadap utang Indonesia relatif rendah dibandingkan dengan negara berkembang lainnya di kawasan.

“Keberhasilan menjaga kepercayaan pasar ini krusial untuk memastikan biaya utang tetap terkendali dan mendukung pembiayaan produktif,” ujar Suahasil.

Pemerintah menargetkan defisit anggaran tahun 2025 berada di kisaran 2,78% terhadap PDB. Angka ini sejalan dengan strategi fiskal jangka menengah pemerintah yang menekankan keseimbangan antara disiplin anggaran dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga:  Tanah Bergerak di Karanggayam Rusak Tiga Rumah, Satu Diantaranya Roboh

Melalui kebijakan fiskal yang terjaga dan pengelolaan utang yang kredibel, pemerintah berupaya memperkuat belanja produktif seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan perlindungan sosial tanpa menambah tekanan fiskal.

Menurut Wamenkeu, efektivitas utang negara Indonesia 2025 bergantung pada bagaimana dana tersebut digunakan untuk kegiatan yang memberikan nilai tambah ekonomi. Fokus utama pemerintah adalah memastikan setiap rupiah utang mendorong pertumbuhan, memperkuat lapangan kerja, dan mendukung transformasi struktural.

“Utang yang sehat adalah utang yang produktif, yang hasilnya bisa kembali ke masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat,” kata Suahasil.

Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas fiskal, menurunkan beban bunga, serta mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional. Dengan rasio utang yang tetap terjaga, utang negara Indonesia 2025 diharapkan menjadi instrumen pendukung bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: Kemenkeu RI

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama
JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35
Katib Syuriyah PBNU Ajak Peserta Muktamar Jombang Jaga Kemandirian Organisasi
Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla
KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK
Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalimantan
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:55 WIB

JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:53 WIB

KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK

Berita Terbaru