WONOSOBO – Jelang musim diskon akhir tahun seperti promo 10.10 dan 11.11, Google mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penipuan saat berbelanja daring. Dalam siaran pers, Google membagikan tiga kiat penting guna membantu pengguna menghindari berbagai modus kejahatan digital yang kian marak.
Menurut laporan We Are Social 2025, sebanyak 73 persen transaksi e-commerce di Indonesia dilakukan melalui perangkat mobile. Tingginya penetrasi digital ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan platform daring untuk berbelanja.
Namun, kondisi tersebut juga meningkatkan potensi terjadinya penipuan saat berbelanja daring.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Modus penipuan yang paling umum saat ini adalah penipu yang menyamar sebagai layanan pelanggan. Mereka biasanya menggunakan nomor palsu yang terlihat meyakinkan dan mengaku sebagai perwakilan bank, marketplace, atau merek populer.
Pelaku kemudian mencoba meminta data pribadi seperti kata sandi atau kode OTP, dan bahkan meminta akses jarak jauh ke perangkat korban.
Google menekankan pentingnya tidak memberikan informasi sensitif kepada pihak yang tidak dapat diverifikasi. Langkah paling aman jika menemui situasi mencurigakan adalah langsung menghubungi layanan resmi melalui kanal resmi yang terverifikasi.
Selain itu, bentuk penipuan saat berbelanja daring lainnya adalah melalui iklan berbahaya atau malvertising. Iklan ini sering muncul dengan tampilan menarik dan mengarahkan pengguna ke situs yang mengandung malware.
Untuk menghindari hal ini, pengguna disarankan hanya mengakses iklan dari situs resmi, tidak mengabaikan peringatan keamanan dari peramban, serta mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti HTTPS-first mode atau menggunakan ad blocker.
Modus lainnya yang juga perlu diwaspadai adalah pesan singkat yang menginformasikan bahwa paket tertahan atau ada tagihan belum dibayar.
Biasanya, pesan ini disertai tautan yang dapat mengarahkan pengguna ke situs palsu. Cara paling aman adalah dengan memeriksa langsung melalui aplikasi resmi jasa ekspedisi tanpa mengklik tautan yang dikirimkan secara acak.
Google juga menyampaikan bahwa situs palsu yang menawarkan promo tidak masuk akal kerap digunakan penipu untuk menarik korban. Tampilan situs biasanya dibuat sangat mirip dengan situs asli untuk mengecoh pengguna.
Oleh karena itu, penting untuk memeriksa alamat situs secara teliti dan mencari ulasan dari pengguna lain sebelum melakukan pembayaran.
Dari sisi keamanan akun, Google menyarankan pengguna untuk menggunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun, serta tidak menggunakan satu sandi untuk berbagai platform.
Penggunaan password manager direkomendasikan untuk menyimpan sandi dengan aman. Selain itu, pengguna juga diimbau mengaktifkan verifikasi dua langkah atau 2-Step Verification untuk menambah perlindungan pada akun mereka.
Google turut menyarankan penggunaan fitur Security Checkup yang dapat membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan dan memberikan rekomendasi keamanan yang disesuaikan dengan kebiasaan pengguna.
Penipu juga kerap memanfaatkan kampanye belanja besar seperti 10.10, 11.11, dan 12.12 dengan menawarkan harga yang terlalu murah. Jika harga terlihat tidak wajar, pengguna disarankan untuk membandingkan harga di beberapa toko, membaca ulasan pembeli, dan menghindari pembayaran langsung ke rekening pribadi. Platform e-commerce tepercaya yang menyediakan sistem proteksi pembeli menjadi pilihan yang lebih aman.
“Melalui berbagai pembaruan fitur dan layanan, Google terus berupaya menciptakan ekosistem digital yang aman dan nyaman, termasuk dalam berbelanja online. Namun, penting bagi kita untuk terus waspada dan membekali diri dengan kebiasaan belanja yang aman,” tulis Google dalam pernyataannya.
















Tinggalkan Balasan