JOMBANG, DiengPost.com – Katib Syuriyah PBNU ajak jaga kemandirian dan marwah organisasi menjelang pelaksanaan Muktamar Jombang. Imbauan ini disampaikan oleh Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A..
Pria yang akrab disapa Gus Hilmy ini memberikan seruan tegas kepada kader. Seluruh jajaran pengurus diminta menjaga kedaulatan Nahdlatul Ulama.
Pengasuh Pesantren Krapyak ini menekankan pentingnya independensi organisasi. Pengurus di semua tingkatan dilarang tunduk pada intervensi politik.
“Siapapun yang mencoba mendikte, menekan, atau campur tangan dalam urusan internal organisasi harus disikapi sebagai musuh bersama yang ingin merecoki keutuhan NU. Musuh bersama harus dilawan bersama. Ini demi menjaga marwah organisasi dan kemandirian serta kedaulatan peserta muktamar,” tegas Gus Hilmy.
Ia juga menegaskan bahwa peserta muktamar merupakan kader yang merdeka. Pilihan nurani peserta tidak boleh dipengaruhi oleh tekanan pihak luar.
“Para peserta muktamar adalah kader-kader yang merdeka. Maka, jadilah kader yang independen. Gunakan hak suara dan nalar organisasi berdasarkan kemaslahatan umat, baik kepentingan mereka di tingkat cabang atau wilayah, maupun kemaslahatan dalam pengertian NU secara keseluruhan di masa yang akan datang. Jangan sampai kita berpartisipasi karena tekanan pihak luar. Masa kita mau nuruti pihak yang mau merecoki dan memanfaatkan organisasi kita?” ungkap Gus Hilmy.
Pesan Historis dan Makna Filosofis Kepemimpinan
Anggota DPD RI tersebut turut merefleksikan sejarah penting berdirinya NU. Peristiwa penyerahan tongkat dan tasbih Syaikhona Kholil Bangkalan menjadi pengingat.
Penulis : Adi
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2 Selanjutnya
















Tinggalkan Balasan