12 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

12 Sep 2026

Katib Syuriyah PBNU Ajak Peserta Muktamar Jombang Jaga Kemandirian Organisasi

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOMBANG, DiengPost.com – Katib Syuriyah PBNU ajak jaga kemandirian dan marwah organisasi menjelang pelaksanaan Muktamar Jombang. Imbauan ini disampaikan oleh Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A..

Pria yang akrab disapa Gus Hilmy ini memberikan seruan tegas kepada kader. Seluruh jajaran pengurus diminta menjaga kedaulatan Nahdlatul Ulama.

Pengasuh Pesantren Krapyak ini menekankan pentingnya independensi organisasi. Pengurus di semua tingkatan dilarang tunduk pada intervensi politik.

“Siapapun yang mencoba mendikte, menekan, atau campur tangan dalam urusan internal organisasi harus disikapi sebagai musuh bersama yang ingin merecoki keutuhan NU. Musuh bersama harus dilawan bersama. Ini demi menjaga marwah organisasi dan kemandirian serta kedaulatan peserta muktamar,” tegas Gus Hilmy.

Baca Juga:  Satlantas Wonosobo dan PUPR Tinjau Jalur Wisata Dieng, Siapkan Arus Nataru 2025

Ia juga menegaskan bahwa peserta muktamar merupakan kader yang merdeka. Pilihan nurani peserta tidak boleh dipengaruhi oleh tekanan pihak luar.

“Para peserta muktamar adalah kader-kader yang merdeka. Maka, jadilah kader yang independen. Gunakan hak suara dan nalar organisasi berdasarkan kemaslahatan umat, baik kepentingan mereka di tingkat cabang atau wilayah, maupun kemaslahatan dalam pengertian NU secara keseluruhan di masa yang akan datang. Jangan sampai kita berpartisipasi karena tekanan pihak luar. Masa kita mau nuruti pihak yang mau merecoki dan memanfaatkan organisasi kita?” ungkap Gus Hilmy.

Baca Juga:  120 Juru Parkir Ikuti Pembinaan, Pemkab Purworejo Fokus Tingkatkan Layanan Parkir

Pesan Historis dan Makna Filosofis Kepemimpinan

Anggota DPD RI tersebut turut merefleksikan sejarah penting berdirinya NU. Peristiwa penyerahan tongkat dan tasbih Syaikhona Kholil Bangkalan menjadi pengingat.

Penulis : Adi

Editor : A. Nandar

Follow WhatsApp Channel diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama
JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35
Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla
KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK
Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan di Kubu Raya Kalimantan
Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Kado Budaya ke 18 Soroti Tantangan Kebudayaan dan Krisis Lingkungan

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Ini Profil dan Jejak Perjuangannya di Nahdlatul Ulama

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 11:55 WIB

JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro Sambut Muktamar NU ke-35

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Cari Solusi Baru, Presiden Prabowo Dorong Terobosan Penanganan Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:53 WIB

KPK OTT Rektor Unsoed Terkait Dugaan Pemerasan Penerimaan Mahasiswa FK

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Pejabat Kampus Terjaring OTT ke-19, Rektor Unsoed Dibawa KPK

Berita Terbaru