Hendarsam menjelaskan, pemilihan nama Beranda Imigrasi memiliki makna sebagai tempat singgah sebelum seseorang melanjutkan perjalanan. Filosofi tersebut menggambarkan keinginan Imigrasi untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasa dekat, nyaman, dan terlayani dengan cepat setiap kali berkunjung ke Beranda Imigrasi,” katanya.
Selain memudahkan pencarian lokasi, keberadaan layanan di pusat aktivitas masyarakat, seperti mal, kampus, dan kawasan terpadu, menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan. Meski hadir dengan konsep yang lebih terbuka, layanan tersebut tetap mengedepankan ketertiban administrasi dan profesionalisme.
Ditjen Imigrasi berharap penyederhanaan identitas ini membantu masyarakat menemukan tempat pengurusan dokumen perjalanan maupun kebutuhan keimigrasian lainnya tanpa kebingungan akibat perbedaan nama layanan.
Editor : A. Nandar
Halaman : 1 2
















Tinggalkan Balasan