“Kita ingin cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan,” tambahnya menjelaskan strategi penghematan. Di sisi lain, ia optimis Indonesia mampu melewati fase berat ini karena memiliki pengalaman serupa sebelumnya.
Indonesia tercatat pernah bertahan saat harga minyak dunia menyentuh angka 150 dolar AS per barel. Walaupun pertumbuhan ekonomi sempat melambat, namun fondasi ekonomi nasional terbukti tetap berdiri kokoh menghadapi guncangan tersebut.
Saat ini, ketegangan di Timur Tengah menjadi pemicu utama meroketnya harga minyak mentah jenis Brent dan WTI. Faktor eksternal tersebut memaksa pemerintah untuk terus waspada serta menyiapkan berbagai skenario penyelamatan anggaran.
Kementerian ESDM sendiri masih memberikan jaminan bahwa stok BBM nasional berada dalam posisi aman. Maka dari itu, masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan menjelang perayaan Idul Fitri tahun ini.
Setiap keputusan besar mengenai harga energi pasti akan mempertimbangkan daya beli masyarakat secara luas. Akhirnya, sinergi antarlembaga menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: ANTARA
Halaman : 1 2
















Tinggalkan Balasan